IHSG cetak gain 46.13%, tertinggi di Asia

Wandrik Panca Adiguna
Wandrik Panca Adiguna - Bisnis.com 30 Desember 2010  |  09:33 WIB

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir tahun 2010 ditutup naik 0,12% ke 3.703,51. Kenaikan itu sekaligus mengukuhkan IHSG sebagai pencetak gain tertinggi sepanjang tahun ini dibandingkan dengan bursa Asia lainnya.

Berdasarkan data Bloomberg, dari 421 saham yang dikalkulasi oleh IHSG di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 122 saham harganya naik, 99 saham menurun, dan 200 saham stagnan.Unilever Indonesia menjadi penyumbang kenaikan IHSG terbesar sore ini yakni 2,72 poin, Astra International 2,65 poin, Astra Agro Lestari 1,87 poin, dan Indosat 1,61 poin.Penurunan harga saham Bank Central Asia menghambat 2,90 poin kenaikan IHSG. Bank Mandiri menyumbang 2,47 poin, CIMB Niaga 2,07 poin, dan Gudang Garam 1,49 poin.Berbalik arah dengan IHSG, indeks BISNIS27 justru ditutup melemah 0,27% ke 322,29.Di bursa regional, Nikkei 225 di Jepang terkoreksi 1,12% ke 10.228,92.Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,13% ke 22.999,34, indeks CSI 300 dan Shanghai Composite di China naik 0,07% dan 0,29% ke 3.064,10 dan 2.759,58.Taiwan Taiex Index menguat 0,47% ke 8.907,91, Kospi di Korsel naik 0,37% ke 2.051,00, sedangkan Straits Times di Singapura menanjak 0,22% ke 3.214.86.Gain tertinggi di AsiaDi bursa Asia, kenaikan IHSG pada sepanjang tahun ini mencapai 46,13%, tertinggi dibandingkan indeks saham lainnya.Indeks PSEi Filipina mencetak gaik tertinggi kedua yaitu 40,56%, Kospi di Korsel naik 21,88% di posisi ketiga.S&P 500 Asia Index dan Straits Times di Singapura mencetak gain 12,97% dan 10,95%. (wiw)

Inilah indeks saham di Asia pencetak gain tertinggi sepanjang 2010:

1. IHSG Indonesia dengan gain 46,13%.

2. PSEi Filipina cetak gain 40,56%.

3. Kospi Korsel, cetak gain 21,88%.

4. BSE Sensex India cetak gain 16,43%

5. S&P 500 Asia cetak gain 12,97%.

6. Straits Times Singapura cetak gain 10,95%.

7. Taiwan Taiex Index cetak gain 8,79%.

8. Hang Seng, Hong Kong cetak gain 5,15%.

9. Nikkei 225 Jepang cetak loss 3,01%.

10. Shanghai Composite Cina cetak loss 15,73%.

Sumber: Bloomberg, tanpa ada adjustment nilai tukar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top