Harga emas tembus US$1.400

JAKARTA: Dominasi aksi pembelian emas di tengah minimnya volume perdagangan akibat libur Natal dan Tahun Baru telah mendorong kenaikan harga emas hingga menembus level psikologis US$1.400 per troy ounce kemarin.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Desember 2010  |  06:47 WIB

JAKARTA: Dominasi aksi pembelian emas di tengah minimnya volume perdagangan akibat libur Natal dan Tahun Baru telah mendorong kenaikan harga emas hingga menembus level psikologis US$1.400 per troy ounce kemarin.

Selain itu, kenaikan harga emas hingga menembus level psikologis juga terjadi karena dominasi pembeli di saat berakhirnya kontrak perdagangan option emas di bursa Comex untuk penyerahan Desember ini.

Harga emas kembali melanjutkan rebound pada rabu pagi ini, tercatat berada di level US$1.404,75 per troy ounce, setelah Selasa kemarin mencapai posisi harian tertinggi di level US$ 1.406,75 per troy ounce.

Pada awal minggu ini, harga logam mulia itu sempat terkoreksi ke level US$ 1.378,52 per troy ounce (Senin) akibat kenaikan suku bunga (lending dan deposit rate) China saat perayaan Natal pada akhir minggu lalu.

Analis PT Valbury Asia Futures, Ahim, mengatakan harga emas saat ini berada di lajur penguatan sebesar 28% sepanjang 2010, rekor kenaikan performa tahunan dalam 10 tahun berturut-turut.

Volume perdagangan tipis di tengah harapan berlanjutnya tren bullish untuk tahun depan telah mengangkat laju emas di atas US$1.400 per ounce untuk pertama kalinya dalam dua minggu terakhir, ujarnya dalam laporan tertulis yang diterima Bisnis, hari ini.

Rekhmen, Analis PT Valbury Asia Futures, mengatakan peran safe haven di tengah tingginya kekhawatiran krisis utang eropa menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas pada pekan ini.

Secara keseluruhan emas masih cenderung menguat belakangan ini. Penguatannya minggu lalu merupakan yang pertama selama 3 minggu terakhir, ujarnya.

Seperti dikemukakan Rekhmen, para analis pasar memperkirakan kisaran harga emas pada akhir tahun ini adalah sekitar 1.360 1.400 per troy ounce. Komoditas tersebut diperkirakan relatif masih akan melanjutkan kenaikannya pada semester pertama 2011.

Tahun ini emas mencatat penguatan hingga 26% akibat perannya sebagai safe haven di tengah ketidakpastian global yang meliputi kekhawatiran krisis Eropa dan program kelanjutan pembelian obligasi AS dari the Fed (quantitative easing tahap 2/QE-2).

Kedua hal ini pula yang mendasari ekspektasi analis pasar terhadap potensi kelanjutan kenaikan harga emas di 2011 mendatang, tuturnya.

Namun begitu, Rekhmen menilai pasar perlu mewaspadai volatilitas harga emas dari perannya sebagai safe haven. Perkembangan ekonomi AS belakangan ini, yang dari rilis data-data ekonominya, memberikan indikasi optimis terhadap pemulihan ekonomi negara adidaya tersebut.

Hal tersebut berpotensi meredam peran safe haven emas dan dapat meningkatkan peralihan investasi dari aset safe haven seperti emas kembali menuju ke aset-aset beresiko seperti saham maupun aset-aset dengan denominasi mata uang yang bersukubunga tinggi.

Pada pekan lalu, harga emas tertekan hingga ke level US$1.372 per troy ounce (23/12) akibat rebound dolar AS. Rilis optimis data ekonomi AS seperti data pendapatan individual dan klaim pengangguran mingguan, telah menguatkan kembali dolar AS sehingga meredam peran safe haven emas.

Namun proses koreksi emas memperoleh hambatan di akhir pekan akibat muncul kembali ketegangan politik di semenanjung Korea yang memicu kembali rebound emas hingga ke level 1.385 per troy ounce.

Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk, Rosady T. A. Montol, mengatakan harga emas masih berpeluang naik di tengah ketidakpastian terhadap kondisi perekonomian global.

Saya tidak terkejut emas naik hingga ke level psikologis. Komoditas memang selalu menjadi incaran ketika muncul ketidakpastian. Saat ini banyak pertanyaan belum mendapatkan jawaban, yang memicu kekhawatiran global seperti kepastian kondisi perekonomian AS dan negara-negara Eropa, ujarnya. (api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top