Kupon EBA Danareksa-BTN ditawarkan 9,25%

JAKARTA: Kupon efek beragun aset (EBA) I/2010 PT Danareksa Investment Management-PT Bank Tabungan Negara Tbk (Danareksa-BTN) ditawarkan sebesar 9,25% per tahun, dengan nilai penawaran Rp688,5 miliar.Sekretaris Perusahaan PT Sarana Multigriya Finansial
News Editor | 28 Desember 2010 14:10 WIB

JAKARTA: Kupon efek beragun aset (EBA) I/2010 PT Danareksa Investment Management-PT Bank Tabungan Negara Tbk (Danareksa-BTN) ditawarkan sebesar 9,25% per tahun, dengan nilai penawaran Rp688,5 miliar.Sekretaris Perusahaan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Sony Wisaksono Nugroho mengatakan pernyataan efektif untuk EBA senilai Rp750 miliar telah diberikan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada Kamis pekan lalu."Pernyataan efektif baru diberikan Kamis 23 Desember," ujarnya melalui layanan pesan singkat pekan ini. SMF merupakan peningkat kualitas kredit EBA I/2010. Dalam penerbitan itu, Danareksa Investment menjadi manajer investasi yang membeli KPR dari BTN, yang lalu disekuritisasi bersama dengan PT Bank Mandiri Tbk sebagai kustodian.Betindak sebagai penjamin emisi penerbitan EBA yang terbit untuk ketiga kalinya itu adalah PT Trimegah Securities Tbk, PT Kresna Graha Sekurindo Tbk, dan PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas. EBA sebelumnya yang bernama DSMF-BTN I/2009 dan DSMF-BTN II/2009 diterbikan senilai Rp500 miliar.Dalam keterbukaan informasi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pekan ini ditunjukkan kupon sebesar 9,25% itu akan dibagikan kepada investornya setiap 3 bulan sekali. Dari jumlah Rp750 miliar yang disekuritisasi, hanya sebanyak Rp688,5 miliar, yaitu yang masuk klasifikasi kelas A penerbitan itu, yang akan ditawarkan langsung kepada investornya. Lalu sisanya yaitu kelas B akan diserap BTN untuk sebagai penjamin kualitas EBA kelas A agar risiko investor semakin kecil. Risiko yang semakin kecil itu dan adanya peningkatan kualitasi kredit menjadi faktor diberikannya peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).Direktur Utama SMF Erica Soeroto menambahkan porsi EBA yang diserap perusahaannya sebagai pembeli siaga kurang dari Rp200 miliar. Hal itu, tuturnya, juga didukung laporan dari penjamin emisi yang menunjukkan investor pasar modal sudah melirik EBA sebagai instrumen investasi, setelah sebelumnya belum dapat diakses beberapa investor karena belum mengubah kebijakan investasinya."Ada bank, dana pensiun, dan asuransi yang membeli EBA itu, besok [hari ini] akan dicatatkan di bursa efek. Untuk EBA I dan II yang sudah terbit milik kami sudah hampir habis," katanya di Jakarta hari ini.Sebagian dari EBA DSMF-BTN II yang sudah terbit dan diserap SMF, dibeli reksa dana terproteksi Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Seri 6 yang dikelola PT Mandiri Manajemen Investasi dan akan ditawarkan kepada investor ritel pada awal tahun depan.Direktur Mandiri Investasi Andreas Muljadi Gunawidjaja mengatakan perseroan juga masih membuka kemungkinan dikelolanya EBA Danareksa-BTN I/2010 menjadi reksa dana terproteksi yang lain oleh perusahaannya."Bisa saja, tetapi masih ada beberapa faktor yang menjadi perhatian kami, yaitu kupon dan tenor KPR yang menjadi aset dasar EBA itu." (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top