Harga rights issue Mandiri dinilai terlalu murah

JAKARTA: Penawaran harga saham baru (rights issue) PT Bank Mandiri Tbk dinilai terlalu murah, karena harga pada level teratas masih diskon jika dibandingkan dengan rata-rata harga pasar.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Desember 2010  |  13:44 WIB

JAKARTA: Penawaran harga saham baru (rights issue) PT Bank Mandiri Tbk dinilai terlalu murah, karena harga pada level teratas masih diskon jika dibandingkan dengan rata-rata harga pasar.

Kepala Riset Reliance Securities Andrew Sihar mengatakan belum mengetahui masud dari manajemen bank pelat merah itu dengan memasang harga rights issue dalam rentang yang lebar, yakni Rp4.000-Rp6.150 per lembar saham."Saya belum memahami range yang diberikan manjamen. Tapi, Bank Mandiri memberikan diskon yang cukup besar, bahkan kalau level 4.000-6.000, sampai batas teratas diskon juga," ujarnya kepada Bisnis, malam ini.Berdasarkan prospektus yang diumumkan hari ini, Bank Mandiri akan menerbitkan 2,337 miliar saham baru dengan harga sekitar Rp4.000-Rp6.150 per lembar saham. Total dana yang diincar sekitar Rp9,3 triliun hingga Rp14,4 triliun.Setiap pemegang 8.985 saham lama yang namanya tercatar dalam daftar pemegang saham per 10 Februari 2011, berhak atas 1.000 lembar saham dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Adapun setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru di harga Rp 4.000 -Rp6.500 per lembar saham. Saham baru itu akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 14 Februari 2011. Menurut Andrew, pemberian diskon itu bukanlah pemanis, karena secara fundamental kinerja Bank Mandiri cukup bagus. Oleh sebab itu dia memperkirakan respon pasar akan cukup bagus."Kalau menurut saya respon akan cukup bagus, misal beli barang murah seperti Mandiri menarik di mata investor apalagi dana akan dipakai untuk mendongkrak CAR [capital adequacy ratio] untuk menjual kredit," paparnya.Analis Mega Capital Libria Sefita Dewi mengutarakan bahwa momentum rights issue pada kuartal I/2011 cukup bagus, meskipun dalam waktu bersamaan sejumlah bank akan masuk ke pasar modal untuk mencari pendanaan."Memang sepertinya banyak bank akan masuk, seperti Niaga dan Bukopin mau right issue. Tapi, Bank Mandiri secara kapasitas tentu masih menarik," katanya. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top