Panasia Filament hentikan go private

JAKARTA: PT Panasia Filament Inti Tbk menghentikan proses go private yang sudah berlangsung sejak Agustus 2007 dan akan mencatatkan serta memperdagangkan saham perseroan kembali di Bursa Efek Indonesia (BEI).Dian Nathalia, Direktur Panasia Filament,
News Editor | 28 Desember 2010 13:27 WIB

JAKARTA: PT Panasia Filament Inti Tbk menghentikan proses go private yang sudah berlangsung sejak Agustus 2007 dan akan mencatatkan serta memperdagangkan saham perseroan kembali di Bursa Efek Indonesia (BEI).Dian Nathalia, Direktur Panasia Filament, dalam keterbukaan informasi kepada BEI pada hari ini, mengatakan kesepakatan penghentian ini diambil oleh pemegang saham pengendali dan direksi perseroan karena jumlah pemegang saham masih melampaui ketentuan yang disyaratkan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).Otoritas pasar modal mewajibkan saham perseroan yang mengajukan go private tidak dapat dimiliki oleh lebih dari 50 pihak setelah penawaran tender. Jika, pemegang saham perseroan masih lebih dari 50pihak setelah penawaran tender maka perubahan status perseroan sebagai perusahaan tertutup tidak dapat dilaksanakan.Perseroan telah memyampaikan permohonan suspensi perdagangan saham pada BEI, kala itu masih bernama Bursa Efek Jakarta pada 6 Agustus 2007. Bursa juga telah melakukan suspensi perdagangan saham perseroan pada 7 Agustus 2007.Pada 10 Oktober 2007, perseroan mengantongi pernyataan efektif untuk pernyataan penawaran tender dari Bapepam-LK. Sebelum pelaksanaan penawaran tender, jumlah pemegang saham perseroan mencapai 262 pihakMasa penawaran tender pertama berlangsung pada 11 Oktober 2007 hingga 12 November 2007. Pembayaran dilakukan pada 19 November 2007Hingga 26 Oktober 2007, penawaran tender ini hanya diikuti oleh 10 pemegang saham publik. Perseroan kemudian mengajukan permohonan perpanjangan penawaran tender kepada Bapepam-LK yang dimulai sejak 13 November 2007 hingga 12 Desember 2007 sebagai antisipasi tidak terpenuhinya ketentuan maksimal 50 pihak.Upaya ini juga tidak membuahkan hasil. Berdasarkan hasil proses go private plus penawaran tender sesi kedua, jumlah pemegang saham seri A mencapai 125 pihak dan seri B berjumlah tiga pihak. Jumlah ini masih melampaui angka yang disyaratkan oleh Bapepam-LKPerseroan kemudian melakukan investigasi atas keberadaan pemegang saham publik yang tidak berpartisipasi sampai selesai dilaksanakannya penawaran tender sesi kedua. Investigasi ini dilakukan biro administrasi efek perseroan, PT Adimitra Transferindo."Melihat kegagalan pemenuhan syarat jumlah pemegang saham yang tidak dapat melebihi 50 pihak selama proses investigasi yang berlangsung selama 2 tahun maka pemegang saham pengendali dan direksi perseroan sepakat untuk menghentikan proses go private dan mencatatkan serta memperdagangkan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia," kata Dian.Panasia Filament didirikan dengan nama PT Panasia Cotton Alam Mills pada 1987. Perseroan bergerak di bidang industri tekstil. Saham perseroan dengan kode PAFI terakhir diperdagangkan di level Rp250. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top