Harga minyak yang adil di level US$100 per barel

JAKARTA: Irak menilai harga minyak mentah wajar dan adil untuk semua pihak pada kisaran US$100 per barel.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 Desember 2010  |  10:15 WIB

JAKARTA: Irak menilai harga minyak mentah wajar dan adil untuk semua pihak pada kisaran US$100 per barel.

Hal itu dikemukakan Menteri Perminyakan Irak Abdul Kareem al-Luaibi usai menghadiri pertemuan Organization of Arab Petroleum Exporting Countries (OAPEC), pada akhir pekan lalu.

Harga minyak mentah di level US$100 per barel cukup adil untuk semua pihak, katanya seperti dikutip Bloomberg.

Harga minyak mentah bursa New York Mercantile pada pekan lalu untuk kontrak pengiriman Februari naik US$1,03 menjadi US$91,51 per barel. Posisi itu adalah tertinggi sejak 3 Oktober 2008. Sepanjang tahun ini, harga minyak mentah sepanjang tahun ini telah naik sebesar 15%.

Al Luaibi menambahkan saat Irak sedang dalam proses menyelesaikan kontrak yang tertunda untuk lapangan gas Akkas. Penyelesaian kontrak itu diharapkan selesai dalam beberapa hari.

Pihaknya telah berencana menandatangani perjanjian kerja sama untuk lapangan gas Akkas dengan Korea Gas Corp atau lebih dikenal dengan Kogas dan KazMunaiGaz National Co., produsen bahan bakar asal Kazakhstan.

Pada November, Irak menunda perjanjian kerja sama untuk Akkas untuk meluruskan kesalahfahaman mengenai rencana penggunaan bahan bakar tersebut. Pada tahun depan, Irak berencana memproduksi sebanyak 2,5 juta barel minyak mentah per hari.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top