PREDIKSI: IHSG menguat tapi sulit tembus 3.800

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan terus menguat meskipun sulit untuk menembus level 3.800 pada akhir tahun ini setelah indeks ditutup melemah 0,46% atau 16,76 poin pada penutupan akhir pekan lalu ke level 3.637,45.
Teguh Purwanto
Teguh Purwanto - Bisnis.com 26 Desember 2010  |  05:17 WIB

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan terus menguat meskipun sulit untuk menembus level 3.800 pada akhir tahun ini setelah indeks ditutup melemah 0,46% atau 16,76 poin pada penutupan akhir pekan lalu ke level 3.637,45.

Analis PT Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan perkiraan inflasi yang naik pada bulan ini dan melihat dana asing yang telah banyak keluar, diperlukan kerja keras untuk menaikkan indeks hingga 3.800. Tetapi dia masih menyatakan optimistis jika indeks bisa bergerak hingga di atas 3.750.Saya agak kurang yakin bisa tembus 3.800 akhir tahun ini. Apalagi pekan depan bursa hanya 4 hari [masa kerja], bisa membuat transaksi sepi. Naik 200 poin itu harus ekstra keras. Tetapi saya masih yakin bisa di atas 3.750, ujarnya Sabtu.Pada pekan terakhir Desember, Praska memperkirakan indeks masih berpotensi menguat dan akan bergerak pada kisaran 3625-3791.Adapun sentimen penggerak indeks disebabkan oleh kemungkinan aksi borong saham menjelang penutupan akhir tahun sekaligus membuat momen window dressing di busa saham. Selain itu, perkiraan positifnya sejumlah rilis data ekonomi Amerika, seperti klaim pengangguran mingguan AS, data new home sales per november yang diprediksi naik menjadi 300.000, dan indeks sentimen konsumen per november yang diprediksi juga naik menjadi 74,8 dan indeks keyakinan konsumen per desember juga diprediksi naik ke 56,1.Data-data ekonomi Amerika itu turut menopang penguatan bursa Asia, termasuk Indonesia. Dan menjelang akhir tahun biasanya akan terjadi window dressing, tambahnya.Adapun untuk sektor saham yang diperkirakan bisa menopang penguatan indeks adalah saham dari sektor komoditas, barang konsumen, dan perbankan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top