Bursa diprediksi akan banyak aksi jual

BANDUNG: Beberapa perusahaan sekuritas di Bandung memrediksikan pemodal cenderung memilih menjual saham pada perdagangan Senin pekan depan sebagai langkah menyusun strategi investasi pada 2011.
Yanto Rachmat Iskandar | 26 Desember 2010 09:59 WIB

BANDUNG: Beberapa perusahaan sekuritas di Bandung memrediksikan pemodal cenderung memilih menjual saham pada perdagangan Senin pekan depan sebagai langkah menyusun strategi investasi pada 2011.

Asep Saepudin, Branch Manager Bandung PT Trimegah Sekuritas, mengatakan aksi jual saham normal terjadi setiap menjelang akhir tahun, karena sebagian investor lebih memilih memegang uang tunai terlebih dahulu.

Transaksi di bursa selalu sepi ketika menjelang akhir tahun. Investor kemungkinan akan memilih menjual dulu portofolionya pada Senin dengan pertimbangan pada Kamis telah memegang dana tunai, katanya kepada Bisnis, hari ini.

Namun begitu, Asep menduga aksi jual saham ini tidak akan menekan indeks harga saham gabungan (IHSG) terlalu dalam.

Pasalnya, harga beberapa saham, terutama sektor pertambangan dan perkebunan masih berpotensi menguat.

Harga minyak dunia yang masih cenderung naik menjadi penopang penguatan saham berbasis crude palm oil (CPO), ujarnya.

Dia menduga sebagian pemodal sudah mulai selective buying pada Selasa dan Rabu untuk berburu keuntungan dari saham yang masih berpotensi menguat.

IHSG kemungkinan akan bergerak terbatas sepanjang pekan depan. Peluang untuk menembus level 3.700 masih terbuka di sisa perdagangan sebelum libur akhir tahun, ujarnya.

Desy Erawati Hapsari, Branch Manager Bandung PT Reliance Securities, mengatakan aktivitas bursa berangsur turun sejak akhir pekan lalu.

Nyaris tidak ada lagi dana asing yang masuk pada perdagangan Kamis pekan ini. Pemodal dalam negeri kemungkinan memilih keluar bursa lebih dulu, katanya.

Dia mengatakan peluang IHSG menembus level 3.700 masih terbuka, namun pergerakannya ditopang oleh transaksi yang tipis.

Beberapa saham memang masih bagus, seperti batu bara yang terdorong naik akibat masih tingginya permintaan komoditas itu, ujarnya.(mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top