Harga minyak mendaki ke level tertinggi

DALLAS: Harga minyak mentah mendaki hingga ke level tertinggi dua tahun karena penjualan per gerai di AS meningkat terbanyak sejak April dan Indeks Standard & Poor 500 telah pulih dari krisis 2008.
News Editor | 22 Desember 2010 00:45 WIB

DALLAS: Harga minyak mentah mendaki hingga ke level tertinggi dua tahun karena penjualan per gerai di AS meningkat terbanyak sejak April dan Indeks Standard & Poor 500 telah pulih dari krisis 2008.

Harga minyak berjangka naik 0,5% setelah laporan swasta menunjukkan penjualan toko melonjak 4,2% pekan lalu. Indeks S&P 500 mengalami rebound ke level yang belum pernah tercapai sejak Lehman Brothers Holdings Inc mencatatkan kebangkrutan terbesar pada September 2008. Belanja liburan kelihatannya tetap tinggi, sehingga menaikkan optimisme mengenai ekonomi di tahun depan, ujar Michael Lynch, presiden Riset Energi & Ekonomi Strategis di Winchester, Massachusetts. Harga-harga terus naik akibat kemungkinan antisipasi dini terhadap pengetatan. Harga minyak mentah untuk pengiriman Februari meningkat 45 sen menjadi US$89,82 per barel di bursa New York Mercantile Exchange, harga kontrak tertinggi sejak 7 Oktober 2008. Harga minyak sudah naik 13% tahun ini. Harga minyak brent mentah untuk pengiriman Februari ditutup naik 46 sen atau 0,5% menjadi US$93,20 per barel pada akhir perdagangan kemarin di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Ini merupakan harga kontrak tertinggi sejak 1 Oktober 2008. Harga kontrak minyak naik setelah American Petroleum Institute melaporkan pada pukul 16:30 bahwa pasokan minyak mentah AS anjlok 5,8 juta barel menjadi 342 juta pekan lalu. Harga minyak untuk pengiriman Februari naik 62 sen atau 0,7% menjadi US$89,99 per barel dalam perdagangan secara elektronik pada pukul 16:34. Penjualan toko di sejumlah ritel AS mencatatkan kenaikan tertinggi untuk periode liburan, menurut indeks penjualan ritel yang dikeluarkan pada Senin oleh Dewan Internasional Pusat Perbelanjaan yang berbasis di New York dan Goldman Sachs Group Inc.Penjualan ritel saat liburan merupakan indikator ekonomi kunci di AS, negara pengguna minyak terbesar di dunia. (t04/ln)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top