Harga karet capai rekor lagi

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4
Aurelia Nelly | 21 Desember 2010 05:47 WIB

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

JAKARTA: Harga karet berjangka mencapai rekor, mengambil keuntungan tahun ini menjadi 49%, didorong spekulasi kekurangan pasokan global akan memburuk seiring tumbuhnya permintaan ban dan cuaca basah yang mengganggu pasokan karet dari negara produsen, termasuk Thailand.

Harga pengiriman karet untuk Mei naik sebesar 1,1% menjadi 413,3 yen per kg (US$4.939 per metrik ton) pada Tokyo Commodity Exchange dan diperdagangkan pada posisi 411 yen pada 12:50 waktu setempat.

Lompatan harga karet pada tahun ini melanjutkan rally yang terjadi pada 2009, ketika harga lebih dari dua kali lipat.

Harga tunai karet juga menanjak hingga mencapai posisi tertinggi sepanjang masa. Menurut Karet Research Institute of Thailand, pada hari ini harga tunai Thailand naik 1,7% menjadi 146,55 bath (US$4,86) per kilo.

Laba tersebut dipicu oleh permintaan menjelang liburan Tahun Baru dan sementara pasokan dari Thailand, Indonesia, dan Malaysia tidak memadai.

Analis broker komoditi Agro Wealth Ltd., Varut Rungkhum mengatakan pada dasarnya harga karet akan melanjutkan kenaikannya.

Muncul ketakutan akan adanya kekurangan pasokan menyusul hujan yang berlanjut sampai dengan awal tahun depan ketika masa rendah produksi, ujarnya seperti dikutip Bloomberg, hari ini.

Badan meteorologi memperkirakan angin timur laut akan menyebabkan hujan lebat di Thailand pada paruh kedua Desember 2010.

Asosiasi Penghasil Karet Alam Negara menyebutkan produksi di Thailand terjun 28% dalam 3 bulan sampai 31 Desember dari posisi setahun lalu ketika La Nina menyebabkan hujan luar biasa lebat dan banjir di provinsi bagian selatan yang menyumbangkan 80% dari total produksi Thailand.

Di tengah ketakutan akan pasokan, permintaan karet diperkirakan naik pada tahun depan.

Analis Booz & Co. dan Nomura Holdings Inc. memperkirakan penjualan mobil di China akan mencapai 20 juta unit pada tahun depan.

Presiden China Kevin Wale menuturkan pembuat mobil asing terbesar di China, General Motors Co., memperkirakan pertumbuhan penjualan sebesar 15%.

Selain itu, pembuat mobil terbesar Eropa Volkswagen juga memproyeksikan pasar China akan tumbuh 10%-15%.

Harga pengiriman-Mei karet di Shanghai diuntungkan 0,4% menjadi 37.475 yuan (US$5.585) per ton pada istirahat tengah hari. Kontrak naik ke rekor 38.920 yuan pada 11 November. (02)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top