Optimisme ekonomi AS dongkrak harga minyak

NEW YORK: Harga minyak naik akibat spekulasi pertumbuhan ekonomi AS yang diperkirakan bertambah cepat tahun depan, mendorong permintaan di negara pengguna minyak terbesar di dunia tersebut.
Yusuf Waluyo Jati | 20 Desember 2010 23:30 WIB

NEW YORK: Harga minyak naik akibat spekulasi pertumbuhan ekonomi AS yang diperkirakan bertambah cepat tahun depan, mendorong permintaan di negara pengguna minyak terbesar di dunia tersebut.

Harga minyak berjangka naik 0,9% sebelum publikasi data pekan ini yang mungkin akan menunjukkan peningkatan produk domestik bruto AS dengan kelajuan yang lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya. Harga bensin berjangka naik karena sebuah unit produsen bahan bakar yang memasok pasar Pantai Timur AS masih ditutup karena direnovasi. "Kami melihat optimisme ekonomi AS memengaruhi harga minyak," ujar Phil Flynn, analis dan pialang di kantor konsultan investasi PFGBest yang berbasis di Chicago. "Data ekonomi sejauh ini baik dan kami mendapat bukti bahwa ekonomi secara keseluruhan sedikit meningkat." Harga minyak mentah untuk pengiriman Januari naik 79 sen menjadi US$88,81 per barel dalam bursa New York Mercantile Exchange. Kontrak berjangka Januari jatuh tempo hari ini. Kontrak Februari yang lebih aktif naik 77 sen atau 0,9% menjadi US$89,37 per barel. Harga bensin meningkat 6 sen atau 2,6% menjadi US$2,3778 per galon pada penutupan perdagangan di New York. Harga tersebut merupakan harga tertinggi sejak 3 Mei. Data ekonomi AS terbaru cukup menjanjikan untuk 2011, menurut Presiden Federal Reserve Bank cabang St. Louis James Bullard dalam siaran televisi CNBC Senin. "Jika kita bisa mempertahankannya, menurut saya ekonomi akan membangun suatu momentum dan kita akan dapat menurunkan pengangguran," ujarnya. "Namun, ini akan menjadi proses yang lambat. Kita harus berjalan sebelum bisa berlari." Data yang dijadwalkan akan diuumukan oleh Departemen Perdagangan pada 22 Desember mungkin akan menunjukkan PDB AS tumbuh 2,8% dalam kuartal ketiga, naik dari perkiraan 2,5% bulan lalu, menurut survei Bloomberg terhadap 61 analis. Harga minyak brent mentah untuk pengiriman Februari mendaki US$1,07 atau 1,2% menjadi US$92,74 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Ini merupakan harga kontrak tertinggi sejak 1 Oktober 2008. (t04/msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top