Harga bensin di AS naik 7,59 sen

SAN FRANCISCO: Harga bensin rata-rata di stasiun pengisian bahan bakar di AS naik 7,59 sen menjadi US$2,988 per galon, menurut sebuah survei.
News Editor | 20 Desember 2010 00:05 WIB

SAN FRANCISCO: Harga bensin rata-rata di stasiun pengisian bahan bakar di AS naik 7,59 sen menjadi US$2,988 per galon, menurut sebuah survei.

Harga itu tercatat untuk periode dua pekan yang berakhir pada 17 Desember dan diambil dari 2.500 SPBU di seluruh AS oleh Trilby Lundberg, analis bahan bakar minyak independen di Camarillo, California.Kenaikan harga ritel mungkin saja melampaui 10 sen bila harga minyak tidak turun US$1,17 per barel, yang setara dengan 3 sen per galon,ujar Lundberg dalam wawancara melalui telepon. Harga minyak untuk pengiriman Januari merosot 1,3% selama periode dua pekan tersebut, atau US$1,17 menjadi US$88,02 per barel di bursa New York Mercantile Exchange. Harga minyak mentah turun saat dolar menguat 1,8% terhadap euro pada pukul 15:23, Jumat 17 Desember di New York, mengurangi daya tarik investasi untuk komoditas berdenominasi dolar. Harga minyak diperkirakan turun pekan ini, menurut survei dari Bloomberg News. Delapan belas dari 34 analis, atau 53%, meramalkan harga akan turun hingga tanggal 23 Desember. Sembilan responden, atau 26%, memprediksikan harga akan naik dan 7 memperkirakan akan ada sedikit perubahan. Pasokan minyak mentah anjlok 9,85 juta barel di pekan yang berakhir pada 10 Desember, menurut Departemen Energi. Ini merupakan penurunan terbesar dalam sepekan sejak pekan yang berakhir pada 27 September 2002, dengan basis per barel. Impor menurun 15% hingga mencapai level terendah sejak September 2008. Harga minyak mentah di Cushing, Oklahoma, titik pengantaran untuk kontrak berjangka New York, Naik 982.000 barel menjadi 35,9 juta barel, titik tertinggi sejak Agustus. Harga bensin untuk pengiriman yang terdekat dengan hari ini turun 1.5% menjadi US$2,3178 per galon dalam dua pekan yang berakhir 17 Desember. (t04/ln)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top