BBJ targetkan transaksi 2011 naik 10%

JAKARTA: PT Bursa Berjangka Jakarta menargetkan kenaikan volume transaksi perdagangan berjangka komoditi sebesar 10% pada tahun depan dari total volume transaksi tahun ini sebanyak 4 juta 5 juta lot.
Aurelia Nelly | 20 Desember 2010 10:29 WIB

JAKARTA: PT Bursa Berjangka Jakarta menargetkan kenaikan volume transaksi perdagangan berjangka komoditi sebesar 10% pada tahun depan dari total volume transaksi tahun ini sebanyak 4 juta 5 juta lot.

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) Made Sukarwo mengatakan untuk mencapai target tersebut, pihaknya melakukan pembenahan, salah satunya dengan mengembangkan sistem perdagangan online.

Hari ini, penyelenggara perdagangan berjangka komoditi pertama di Indonesia itu meluncurkan sistem perdagangan elektronik atau Jakarta Future Electronic Trading System (JaFETS 3).

Kami berharap volume transaksi pada tahun depan mengalami kenaika sebesar 10% dari posisi saat ini. Saya optimis bisa tercapai mengingat saat ini BBJ telah memiliki sistem perdagangan online JaFETS 3, katanya di sela-sela peresmian kantor baru BBJ, hari ini.

Di sisi lain, lanjutnya, BBJ juga akan mengembangkan produk perdagangan berjangka komoditi primer pada tahun depan.

Saat ini kita punya 3 produk komoditi primer antara lain emas, OLEIN, dan CPO. Tahun depan, kami berencana mengembangkan kontrak perdagangan untuk batubara dan timah, ujarnya.

Made mengakui kontribusi perdagangan multilateral atau komoditi primer masih perlu ditingkatkan. Saat ini, ujarnya, kontribusi perdagangan multilateral masih di bawah 5% dari total transaksi.

Adapun, transaksi BBJ sampai dengan saat ini masih didominasi oleh perdagangan over the counter (OTC) yang terdiri dari sistem perdagangan alternatif (SPA) dan penyaluran amanat nasabah ke bursa luar negeri (PALN).

Direktur PT BBJ M. Bihar Sakti Wibowo mengatakan porsi perdagangan multilateral baru mencapai sekitar 3% dari total transaksi perdagangan berjangka komoditi yang diselenggarakan oleh BBJ.

Dia optimistis sistem perdagangan online JAFETS 3 dapat mendongkrak transaksi perdagangan multilateral hingga ke level 5%-10% dari total transaksi BBJ.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, total transaksi BBJ sepanjang Januari November 2010 mencapai 4,98 juta lot yang terdiri dari dan 12.728 lot transaksi multilateral dan 4,96 juta lot OTC.

Pada tahun lalu, BBJ mencatatkan 4,47 juta transaksi perdagangan berjangka yang terdiri dari 19.406 lot transaksi multilateral dan 4,45 juta lot OTC.

(02)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top