Bakrieland tak terbitkan saham baru 5 tahun ke depan

JAKARTA: PT Bakrieland Development Tbk menyatakan tidak akan mengambil opsi penerbitan saham baru (rights issue) dalam 5 tahun ke depan, setelah tahun ini melakukan aksi korporasi tersebut.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Desember 2010  |  06:02 WIB

JAKARTA: PT Bakrieland Development Tbk menyatakan tidak akan mengambil opsi penerbitan saham baru (rights issue) dalam 5 tahun ke depan, setelah tahun ini melakukan aksi korporasi tersebut.

Direktur Utama Bakrieland Hiramsyah S. Thaib mengatakan penerbitan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) merupakan strategi pendanaan paling aman, untuk menghindari risiko utang perusahaan properti seperti yang menimpa industri tersebut pada 1998.

Itulah mengapa rights issue dijalankan. Kami belajar dari krisis 1998 di mana utang yang berlebih membuat industri properti terpukul. Namun, Rights issue tahun ini adalah yang terakhir dalam 5 tahun ke depan, tuturnya dalam outlook properti 2011, siang ini.

Perusahaan properti, lanjutnya, idealnya memang harus mengedepankan pendanaan dari kas internal maupun dari ekuitas. Strategi tersebut diterapkan perusahaan properti Indonesia, sehingga krisis 2008 yang menimpa negara maju akibat kredit perumahan (subprime mortgage loan) tidak menekan industri properti nasional.

Untuk tahun depan, lanjutnya, perseroan akan menerbitkan obligasi (surat utang) dengan target nilai maksimal Rp1 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pengembangan proyek-proyek baru.

Di sisi lain, perseroan memiliki fasilitas pinjaman dari sindikasi bank domestik yang dipimpin PT Bank Negara Indonesia Tbk untuk membiayai pembangunan tol Ciawi-Sukabumi. Fasilitas tersebut belum kami gunakan sama sekali, ujar Hiramsyah.

Di penutupan perdagangan sesi pertama, harga saham emiten grup Bakrie berkode ELTY ini melemah 1,24% ke level Rp160 per saham, dibandingkan dengan posisi pembukaan pagi Rp162 per unit. Nilai kapitalisasi pasarnya mencapai Rp6,39 triliun. (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rini Yustiningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top