Tiga Pilar emisi obligasi tukar Rp145 miliar

JAKARTA: PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk akan menerbitkan obligasi tukar (mandatory convertible bond/MCB) senilai Rp145 miliar melalui anak usahanya, PT Bumi Raya Investindo. Dana penerbitan efek utang itu akan digunakan untuk membiayai akuisisi internal
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 Desember 2010  |  13:22 WIB

JAKARTA: PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk akan menerbitkan obligasi tukar (mandatory convertible bond/MCB) senilai Rp145 miliar melalui anak usahanya, PT Bumi Raya Investindo. Dana penerbitan efek utang itu akan digunakan untuk membiayai akuisisi internal lima kebun sawit dan satu perusahaan perdagangan beras.Direktur Tiga Pilar Sjambiri Lioe mengatakan MCB emiten yang sahamnya berkode AISA itu akan bertenor 3 tahun tanpa kupon, serta bernominal Rp5 miliar setiap lembar efeknya. Surat utang itu dijamin dengan saham Bumi Raya dan dapat dijual kepada pihak ketiga."MCB itu akan dibeli oleh pemilik lama perusahaan target, sehingga saat ini belum ada dana yang keluar dari perusahaan karena bentuknya akuisisi internal," ujarnya ketika dihubungi kemarin. Dia mengatakan akuisisi internal dilakukan untuk mengonsolidasikan perkebunan sawit di dalam grup usaha menjadi di bawah emiten dan memudahkan pengembangan.Dari prospektus aksi korporasi itu, kelima kebun sawit yang akan diakuisisi Bumi Raya Investindo adalah PT Mitra Jaya Agro Palma, PT Charindo Palma Oetama, dan PT Airlangga Sawit Jaya. Lalu PT Muara Bungo Plantation di Musi Banyuasin-Palembang dan PT Tugu Palma Sumatera di Riau dengan total nilai aset Rp349,05 miliar. Pembelian saham mayoritas masing-masing kebun oleh Bumi Raya dilakukan dari pemilik sebelumnya, yaitu PT Tugu Palma Sejahtera dengan nilai transaksi Rp79 miliar untuk Charindo, Airlangga dan Muara Bungo. Untuk mengakuisisi Mitra Jaya, transaksi dilakukan dengan PT Permata Handrawina Sakti dan Stefanus Joko Mogoginta, yang juga direktur utama emiten itu, senilai Rp40 miliar. Lalu dengan PT Agro Palmindo Utama bersama dengan PT Midland Pilar Agrostar untuk pembelian Tugu Palma sebesar Rp2,5 miliar. Baik Tugu Palma, Permata Handrawina, Agro Palmindo, dan Midland Pilar, diakui sebagai pihak terafiliasi. Hal itu disebabkan posisi Joko Mogoginta, komisaris perseroan Budhi Istanto Suwito, dan dua direksi di Bumi Raya Investindo yaitu Aunur Rofiq dan Achmad Subchan menempati jabatan strategis, baik direksi atau komisaris, di keempat klien transaksi itu. Perseroan juga berniat membeli perusahaan perdagangan beras milik direksi emiten itu yaitu PT Dunia Pangan yang awalnya dimiliki Joko Mogoginta dan Budhi Istanto senilai Rp10 miliar. Nilai aset Dunia Pangan yang tercatat adalah sebesar Rp29,95 miliar."Masuknya kelima perusahaan membuat total luas perkebunan kami 79.099 hektare, sedangkan dari eksternal, PT Jatim Jaya Perkasa, luas kebun kami akan menjadi sekitar 92.000 hektare."Jatim Jaya Perkasa di Sumatra Utara merupakan target akuisisi eksternal sawit emiten. Perseroan sedang menjajaki pinjaman senilai Rp770 miliar berbunga 6% per tahun dari salah sebuah bank asing untuk menyelesaikan akuisisi dari pemilik lama yang merupakan investor asing. Sjambiri juga menjelaskan perbedaan total nilai transaksi dari Rp131,5 miliar pada prospektus seharusnya bernilai Rp145 miliar, sesuai dengan nilai penerbitan MCB. Pekan lalu, dia juga menyatakan emiten sudah mengantongi persetujuan dari PT Bank Mandiri Tbk selaku kreditur untuk melakukan akuisisi internal lahan sawit.Dalam prospektus itu juga sudah ditunjukkan status kewajaran yang diberikan oleh kantor jasa penilai publik (KJPP) Dudung Hamidi.Selain merupakan transaksi afiliasi, yang mengacu pada peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No.IX.E.1, emiten juga menyatakan transaksi itu bernilai material berdasarkan peraturan No.IX.E.2. Namun, nilai transaksi material itu tidak melebihi 50% dari ekuitas emiten. Nilai material transaksi itu yang berada di bawah 50% membuat emiten hanya berkewajiban mempublikasikan transaksi itu tetapi tidak perlu menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk mendapatkan persetujuan aksi korporasi.Emiten sebelumnya menyatakan sedang menjajaki pembentukan perusahaan patungan (joint venture) dengan investor China atau Malaysia pada 2011 untuk menggenjot lini bisnis sawitnya. Sjambiri menambahkan perseroan tetap tidak menutup kemungkinan pengembangan itu dilakukan dengan dana pinjaman bank ataupun rekanan bisnis berbentuk lain.Perseroan baru merampungkan proses pengambilalihan pabrik pengolahan beras milik PT Jatisari Sri Rejeki senilai Rp210 miliar. Pabrik yang berlokasi di Karawang Jawa Barat itu dimiliki oleh Ganda Sitorus.Harga saham Tiga Pilar terdongkrak sebesar 20,63% dari Rp630 pada 10 Desember ke level Rp630 pada akhir pekan lalu. Harga itu membentuk kapitalisasi pasarnya sebesar Rp1,27 triliun. Sejak akhir tahun lalu, saham perusahaan telah memberikan pengembalian investasi 117,14% kepada investornya.(bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top