Maybank eksekusi divestasi saham

JAKARTA: Malayan Banking (Maybank) diketahui telah melakukan pelepasan sebagian saham PT Bank International Indonesia Tbk, meski regulator pasar modal telah memberikan perpanjangan waktu. Kepala Biro Penilaian Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK M. Noor
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 Desember 2010  |  09:47 WIB

JAKARTA: Malayan Banking (Maybank) diketahui telah melakukan pelepasan sebagian saham PT Bank International Indonesia Tbk, meski regulator pasar modal telah memberikan perpanjangan waktu. Kepala Biro Penilaian Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK M. Noor Rachman mengatakan bank asal Malaysia tersebut telah melaporkan aktivitas pelepasan sahamnya tersebut."Kami memberi tenggat enam bulan untuk penyelesaian, tapi mereka sebenarnya telah mulai melepas saham secara bertahap, sesuai dengan peraturan mengenai kepemilikan modal," tuturnya kepada Bisnis akhir pekan ini.Maybank, lanjutnya, tidak langsung melepas sahamnya dalam skala besar (block sale) karena proses mencari investor strategis tidaklah sederhana. Di sisi lain, pelepasan saham ke pasar secara bersamaan bisa menekan harga saham anak usaha mereka.Noor Rahman tidak bersedia menyebutkan investor yang membeli sebagian porsi saham BII yang telah dilepas ke publik dan nilai transaksi tersebut. Porsi pastinya saya juga tidak hafal, ujarnya.Bank beraset terbesar asal Malaysia ini pada 2008 mengakuisisi 55,6% saham BII dari konsorsium Sorak Temasek-Kookmin Bank. Nilai transaksinya mencapai RM4,26 miliar atau setara dengan US$1,24 miliar.Pada Oktober 2008, Maybank melakukan penawaran tender (tender offer) dengan membeli saham BII milik publik sebanyak 28,14% pada harga Rp510 per unit. Dengan demikian, Maybank menguasai kepemilikan saham di BII hingga 71,86%.Sesuai dengan peraturan Bapepam-LK No IX.H.1, investor yang mengambil alih kendali saham emiten wajib menambah jumlah saham beredar (floating share) minimal 20% paling lama dua tahun sejak dilakukan penawaran tender. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rini Yustiningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top