Harga minyak dunia naik 0,8%

SINGAPURA: Harga minyak dunia akhirnya mengalami kenaikan setelah berada dalam level terendah dalam dua minggu, dipicu oleh penurunan klaim pengangguran AS secara tidak terduga dan keuntungan sektor perumahan yang didukung prospek ekonomi.
Aurelia Nelly | 17 Desember 2010 08:06 WIB

SINGAPURA: Harga minyak dunia akhirnya mengalami kenaikan setelah berada dalam level terendah dalam dua minggu, dipicu oleh penurunan klaim pengangguran AS secara tidak terduga dan keuntungan sektor perumahan yang didukung prospek ekonomi.

Harga minyak naik sebesar 0,8% setelah Departemen Ketenagakerjaan mengatakan aplikasi asuransi pengangguran jatuh hingga ke level terendah dalam 3 pekan.

Sementara itu, dolar melanjutkan penurunannya terhadap euro menyusul pertumbuhan kepercayaan diri investor bahwa krisis utang-istimewa di Eropa akan tertahan. Mata uang AS yang lebih lemah meningkatkan daya tarik investasi komoditi.

Ken Hasegawa, Manager Penjualan komoditas derivatif pada broker Newedge yang berbasis di Tokyo, mengatakan indikator ekonomi yang baik menyebabkan harga minyak mentah pada akhir pekan naik ke US$89.

Rebound mungkin terjadi jika harga minyak mentah jatuh ke US$87 per barel, ujarnya seperti dikutip Bloomberg, hari ini.

Minyak mentah untuk pengiriman Januari naik sebesar 67 sen menjadi US$88,37 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak, yang berakhir 20 Desember, berada pada level US$88,21 pada 14:34 waktu Singapura.

Kemarin, kontrak turun 1% menjadi US$87,7 per barel, pelunasan terendah sejak 1 Desember. Futures telah mendapatkan 0,5% pekan ini setelah turun 1,6% akhir pekan lalu.

Sementara itu, harga minyak pekan depan mungkin terkoreksi karena spekulasi bahwa Departemen Energi AS akan melaporkan peningkatan pasokan setelah penarikan terendah dalam lebih dari 8 tahun, pada data pekan ini.

Sebanyak 18 atau 53% dari 34 analis dan pedagang memperkirakan minyak mentah akan jatuh melampaui 23 Desember.

Sebanyak 9 responden atau 26% memprediksikan harga akan naik dan sebanyak 7 orang memperkirakan aka nada sedikit perubahan. Pekan lalu, sebanyak 46% responden memperkirakan pasar akan jatuh.

Menurut Departemen Energi, stok minyak mentah AS jatuh sebesar 9,85 juta barel pada pekan yang berakhir 10 Desember menjadi 346 juta, penurunan terbesar sejak Mei 2008.

Minyak mentah brent untuk pelunasan Februari naik sebesar 0,6% menjadi US$92,15 per barel pada bursa berjangka Eropa ICE yang berbasis di London. Kemarin, kontrak Januari berakhir pada US$91,71 per barel, turun 0,5%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top