Harga saham Bank Sinarmas melonjak lagi

JAKARTA: Harga saham PT Bank Sinarmas Tbk melonjak lagi pada perdagangan saham hari ini sebesar 24,36% atau sebesar Rp95 ke level Rp485, sehingga melanjutkan penguatan untuk 4 hari pertama sejak dicatatkan. Dari data perdagangan hari ini, peningkatan
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 16 Desember 2010  |  10:16 WIB

JAKARTA: Harga saham PT Bank Sinarmas Tbk melonjak lagi pada perdagangan saham hari ini sebesar 24,36% atau sebesar Rp95 ke level Rp485, sehingga melanjutkan penguatan untuk 4 hari pertama sejak dicatatkan. Dari data perdagangan hari ini, peningkatan harga itu membuat peningkatan kumulatif saham perseroan sejak dicatatkan di papan bursa dengan harga Rp150 sejak tiga hari yang lalu sebanyak 223,33%.

Penguatan juga terjadi di tengah koreksi pasar saham yang tidak berhenti sejak 9 Desember, yang ditandai dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG). Indeks saham itu secara kumulatif mengalami penurunan sebesar 5,67% dari posisi pada 9 Desember pada level 3.786 ke level 3.571 pada penutupan perdagangan hari ini.

Perseroan yang kode sahamnya BSIM itu berhasil meraup dana segar sebanyak Rp240 miliar dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 21,97% sahamnya kepada publik.

Dari hasil penawaran umum tersebut, sebesar Rp160 miliar dananya akan dipakai untuk tambahan modal, sementara Rp74,82 miliar masuk dalam agio saham. Bank milik Grup Sinarmas juga akan meraup dana sebesar Rp288 miliar dari penerbitan waran yang dijual bersamaan dengan saham perdananya.

Dalam prospektus perseroan IPO-nya, bank swasta itu berniat menerbitkan sebanyak 1,92 miliar waran dengan harga penawaran Rp150 dan harga nominal Rp100. Pelaksanaan waran baru dapat dieksekusi pada 13 Juni 2011 hingga 11 Desember 2015.

Sebanyak 6 waran akan diterbitkan kepada 5 pemegang saham yang namanya tercatat pada penjatahan pada 8 Desember tahun ini. Setiap waran akan mendapatkan satu jatah saham baru perseroan.

IPO Bank Sinarmas sendiri akan menerbitkan sebanyak 1,6 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per lembar.

Setelah IPO, pemegang saham bank swasta itu akan terdiri dari PT Sinar Mas Multiartha Tbk sebesar 70,43%, PT Shinta Utama sebsar 7,6%, dan publik sebesar 21,97%. Setelah eksekusi waran, maka kepemilikan pemegang saham yang tidak mengeksekusi warannya hanya akan terdilusi sebesar 19,45%.

Perseroan juga menyatakan ada risiko bagi investor karena kemungkinan perdagangan saham calon emiten itu karena jumlah saham yang diterbitkan terbatas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top