Saham AS berjatuhan

NEW YORK: Saham AS berjatuhan yang berdampak pada anjloknya Indeks Standard & Poors 500 dari level tertingginya selama 2 tahun, setelah sempat melakukan aksi reli 6 hari di level termahal sejak Juni serta naiknya imbal hasil obligasi yang menambah kekhawatiran
Yanto Rachmat Iskandar | 16 Desember 2010 00:19 WIB

NEW YORK: Saham AS berjatuhan yang berdampak pada anjloknya Indeks Standard & Poors 500 dari level tertingginya selama 2 tahun, setelah sempat melakukan aksi reli 6 hari di level termahal sejak Juni serta naiknya imbal hasil obligasi yang menambah kekhawatiran atas kemungkinan melejitnya biaya peminjaman.

General Electric Co., JPMorgan Chase & Co. dan juga Alcoa Inc. merosot sedikitnya 1,1% yang merupakan penurunan terbesar di Indeks Dow Jones Industrial Average. Sementara Visa Inc. dan MasterCard Inc. turut terperosok lebih dari 1,9% menjelang pertemuan the Fed esok hari. Para produsen chip juga tenggelam setelah Gartner Inc. memperkirakan akan terjadi penurunan dalam belanja peralatan semikonduktor tahun depan.

Indeks S&P 500 melemah 0,5% menjadi 1.235,23 pada pukul 4 p.m di New York. Indeks ini ditutup dengan 15,5 nisbah harga-laba saham kemarin, yang merupakan level tertinggi selama hampir 6 bulan. Indeks Dow juga turun 19,07 poin, atau 0,2% menjadi 11.457,47.

Para investor saham difokuskan pada bursa obligasi, ungkap Eric Teal, seorang Chief Investment Officer di First Citizens Bancshares Inc. di Raleigh, Carolina Utara, yang mengelola US$4,5 miliar.

Masyarakat khawatir semakin tingginya biaya peminjaman bahkan sejak the Fed mencoba mempertahankan suku bunga pada level rendah. Ada juga memuncaknya kekhawatiran terhadap Eropa.

Indeks S&P 500 telah naik 18% sejak Ketua The Fed Ben S. Bernanke yang mengindikasi pada 27 Agustus bahwa pihaknya akan memompa lebih banyak uang tunai ke pasar keuangan melalui pembelian obligasi. The Fed mengumumkan setelah pertemuannya November lalu.

Sementara itu, Indeks Stoxx Europe 600 membalikkan aksi reli selama 7 hari. Selain itu, rating kredit Spanyol diperkirakan akan dipangkas dari Aa1 karena pemerintah tengah mempersiapkan penjualan obligasi terakhir tahun ini yang dilaksanakan esok hari di tengah kemungkinan Spanyol akan gagal bayar seperti halnya Yunani dan Irlandia. (t01/mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top