Harga karet cenderung menguat

TOKYO: Harga karet reli dalam 3 hari berturut-turut mendekati level tertingginya dalam sebulan menyusul kenaikan harga minyak mentah dan kekhawatiran penurunan pasokan dari Thailand setelah banjir yang merusak areal tanaman di negara produsen terbesar.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Desember 2010  |  08:00 WIB

TOKYO: Harga karet reli dalam 3 hari berturut-turut mendekati level tertingginya dalam sebulan menyusul kenaikan harga minyak mentah dan kekhawatiran penurunan pasokan dari Thailand setelah banjir yang merusak areal tanaman di negara produsen terbesar. Harga kontrak pengiriman September naik sebesar 1,5% menjadi 464,9 yen per kg atau setara dengan US$5.441 per metrik ton di Tokyo Commodity Exchange (TCX). Kontrak tersebut diperdagangkan pada level 459,5 yen per kg pada pukul 11:26 waktu setempat.Toshimitsu Kawanabe, analis pada Central Shoji Co., mengatakan banjir Thailand dan harga minyak mentah yang lebih tinggi tetap mendorong masuknya modal ke pasar karet.Pasar juga mendapat dorongan setelah pedagang China kembali dari masa liburan 2 hari, katanya hari ini.Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand menyebutkan banjir di 10 provinsi bagian selatan negara itu telah menyebabkan rusaknya 50.000 rai atau setara dengan 19.641 acre areal tanaman karet. Selain itu, bencana ini menewaskan 47 orang, dan mempengaruhi 2 juta lainnya. Situs resmi pemerintahan menyebutkan kondisi banjir saat ini telah mereda dan pemerintah sedang membangun kembali infrastruktur di tiga provinsi yang terkena banjir.Namun, Kawanabe menilai kenaikan harga karet dapat terbatas menyusul kekhawatiran permintaan dapat melambat setelah China menaikkan suku bunga acuan untuk keempat kalinya sejak Oktober 2010 dan proyeksi penurunan produksi mobil Jepang setelah kejadian gempa bumi dan tsunami pada 11 Maret.Selain itu, Bank sentral China mengambil kebijakan menaikkan suku bunga guna menekan laju inflasi. Di bursa Shanghai Futures Exchange, harga kontrak karet untuk pengiriman September juga naik 3,4% menjadi 35.810 yuan atau setara dengan US$5.471 per ton pada pukul 10:39 waktu setempat.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top