Pembayaran bunga obligasi Mobile-8 tertunda lagi

JAKARTA: Rencana PT Mobile-8 Telecom Tbk membayar bunga obligasi yang tertunggak dengan nilai sekitar Rp15 miliar kembali tertunda, menyusul belum disetujuinya rencana penerbitan saham baru (rights issue).Sedianya, bunga ke-14 dan ke-15 surat utang seri
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Desember 2010  |  12:20 WIB

JAKARTA: Rencana PT Mobile-8 Telecom Tbk membayar bunga obligasi yang tertunggak dengan nilai sekitar Rp15 miliar kembali tertunda, menyusul belum disetujuinya rencana penerbitan saham baru (rights issue).Sedianya, bunga ke-14 dan ke-15 surat utang seri I emiten telekomunikasi tersebut akan dibayarkan pada 15 Desember, mengiringi rencana rights issue Rp3 triliun dan emisi obligasi konversi Rp500 miliar.

Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Telecom Chris Taufik mengatakan sedianya pembayaran tunggakan bunga obligasi tersebut disetor kemarin, namun terpaksa tertunda karena masih menunggu realisasi suntikan dana dari rights issue.

Kami sedang mengupayakan agar pembayaran tersebut bisa dilakukan bulan ini juga. Semula, rencana pembayaran tunggakan bernilai sekitar Rp15 miliar tersebut dibayarkan dengan asumsi rapat umum pemegang saham luar biasa [RUPSLB] telah menyetujui rights issue, tuturnya kepada Bisnis, malam ini.

Surat utang yang terbit tiga tahun silam tersebut akan dipenuhi setelah perseroan menerbitkan saham baru (rights issue) senilai Rp3 triliun dan obligasi wajib konversi senilai Rp500 miliar.

Dengan aksi korporasi tersebut, Smart akan memasukkan asetnya ke emiten telekomunikasi seluler tersebut karena 50% sahamnya dibeli oleh Mobile-8, meski dananya diperoleh dari grup Sinarmas selaku pemegang saham Smart.

Dengan masuknya Smart, diharapkan terjadi sinergi yang bermanfaat bagi kedua belah pihak, terutama dengan dasar pelanggan di atas 6 juta, ujar manajemen Mobile-8 dalam materi publikasinya baru-baru ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rini Yustiningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top