Citra Agri akan lunasi obligasi Rp500 miliar

JAKARTA: PT Citra Kebun Raya Agri Tbk menegosiasikan pelunasan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) salah satu anak usahanya, PT Duta Agro Asia, senilai Rp500 miliar.Penasehat Keuangan Citra Kebun Asri Socrates Rudy Sirait mengatakan MTN
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 Desember 2010  |  11:49 WIB

JAKARTA: PT Citra Kebun Raya Agri Tbk menegosiasikan pelunasan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) salah satu anak usahanya, PT Duta Agro Asia, senilai Rp500 miliar.Penasehat Keuangan Citra Kebun Asri Socrates Rudy Sirait mengatakan MTN itu seharusnya jatuh tempo pada Juni 2011."Perusahaan masih punya waktu pelunasan hingga tahun depan, tetapi kami usahakan sebelum akhir tahun ini ada penyelesaian," ujarnya kepada pers setelah paparan publik hari ini.Dia mengatakan perusahaan juga sudah mendapatkan persetujuan untuk memperpanjang waktu jatuh tempo obligasi tukar (mandatory exchangable bond/MEB) sehingga akan jatuh tempo pada 2012.Menurut dia, perseroan yang telah mengubah bisnis utamanya dari properti ke perkebunan itu juga memproyeksikan tahun depan sudah membukukan pendapatan sebesar Rp98 miliar, mengingat tahun ini belum menghasilkan apa-apa.Emiten yang dulunya bernama PT Ciptojaya Kontrindoreksa Tbk itu baru baru mengganti bisnis intinya pada 2008 sehingga pada 2009 baru mencatatkan pendapatan dari sektor properti sebesar Rp8,4 miliar karena masih dalam masa peralihan usaha dan belum sama sekali mencatatkan pendapatan pada 2009.Dia menuturkan belum dibukukannya pendapatan oeh emiten berkode saham CKRA itu karena keterlambatan rampungnya pembangunan pengolahan singkong dari target awal pada September tahun ini menjadi April tahun depan. Pendapatan tahun depan itu akan dibukukan dari hasil produksi pabrik milik PT Horizon Argro Industri di Lampung Tengah yang dibangun dengan biaya sebesar US$10 juta. Hasil produksi pada tahun pertama itu diprediksi mencapai 22.500 ton dengan untilitas pabrik sebesar 50%. Lalu pada 2012 perseroan berharap dapat memproduksi dengan utilitas sebesar 80% atau setara dengan 43.200 ton dan membukukan pendapatan sebesar Rp185 miliar.Saat ini, tuturnya, perseroan juga tengah menegosiasikan pembelian lahan di Jambi dan Bengkulu untuk membangun lahan penanaman singkong dan gudang. Kerja sama juga dilakukan dengan perusahaan China dan Taiwan untuk mendanai pabrik pengolahan starch cassava di lokasi itu yang produksinya akan dijual ke beberapa konsumen, khususnya untuk keperluan bioethanol.Perseroan, lanjutnya, juga telah mendapatkan komitmen pembelian 45.000 metrik ton produksi starch dari Jambi dan Bengkulu itu dari perusahaan Itochu asal Jepang sebagai pembeli siaga. "Komitmen pembelian itu didapatkan pada 1 September," ujar Direktur Citra Kebun Agri Angel Setiadi Kurnia.Harga saham perseroan ditutup terkoreksi sebesar 3,06% atau sebesar Rp3 ke level Rp95 di tengah pelemahan indeks saham hari ini. Harga itu membentuk kapitalisasi pasarnya sebesar Rp480,4 miliar. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top