Harga minyak mentah melesat ke level tertinggi

NEW YORK: Harga minyak mentah melesat ke level tertinggi dalam sepekan setelah China menahan suku bunga dan sebuah laporan menunjukkan pengilangan minyak di negara tersebut mencetak rekor bulan lalu, memberi tanda permintaan akan naik di negara pengguna
News Editor | 14 Desember 2010 00:38 WIB

NEW YORK: Harga minyak mentah melesat ke level tertinggi dalam sepekan setelah China menahan suku bunga dan sebuah laporan menunjukkan pengilangan minyak di negara tersebut mencetak rekor bulan lalu, memberi tanda permintaan akan naik di negara pengguna energi terbesar di dunia itu. Harga minyak berjangka naik 0,9% karena China menaikkan persyaratan dana cadangan di bank untuk ketiga kalinya dalam lima pekan guna menghindari kenaikan suku bunga.Pengilang minyak China mendongkrak pengolahan minyak mentah hingga mencapai rekor pada November, menurut Mainland Marketing Research Co, yang mengumpulkan data untuk Biro Statistik Nasional. Ada potensi bahwa China akan menaikkan suku bunga pekan lalu dan pasar melarikan diri karena perkiraan itu tidak terwujud, ujar Tom Bentz, pialang untuk BNP Paribas Commodity Futures Inc di New York. Para pengilang China juga melakukan peningkatan proses hingga mencapai rekor. Permintaan pasar akan terus naik. Harga minyak mentah untuk pengiriman Januari naik 82 sen menjadi US$88,61 per barel di bursa New York Mercantile Exchange. Harga minyak berjangka naik 27% dari setahun lalu. Harga minyak brent mentah untuk pengiriman Januari ditutup naik 71 sen atau 0,8% menjadi US$91,19 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Pengilang di China yang tahun lalu menyalip AS sebagai negara pengguna energi terbesar di dunia, mengolah 36,65 juta metrik ton minyak mentah pada November, atau 8,96 juta barel per hari. (t04)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top