Bursa AS marak menyusul kenaikan laba emiten

NEW YORK: Meningkatnya laba dan saldo kas akan menyeret naik Indeks Standard & Poor's 500 menuju kenaikan tertinggi selama 3 tahun sejak tahun 1990-an, melampaui estimasi pengembalian rata-rata bawah, ungkap para strategis di sejumlah bank terbesar Wall
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 14 Desember 2010  |  00:48 WIB

NEW YORK: Meningkatnya laba dan saldo kas akan menyeret naik Indeks Standard & Poor's 500 menuju kenaikan tertinggi selama 3 tahun sejak tahun 1990-an, melampaui estimasi pengembalian rata-rata bawah, ungkap para strategis di sejumlah bank terbesar Wall Street.Indeks acuan untuk saham AS ini akan menguat 11% dari sesi penutupan pekan lalu menuju 1.379 di 2011, yang mengantarkan kenaikan hingga 53% sejak 2008 lalu, yaitu laba tertinggi sejak 1997 hingga 2.000, menurut rata-rata data para strategist dalam sebuah survei Bloomberg News.Para analis pasar mengungkapkan bahwa pendapatan akan menghantam rekor tertinggi, yang mempertahankan valuasi di bawah rata-rata historis, bersamaan dengan pengeluaran pemerintah untuk membantu perekonomian. Sementara itu, pekan lalu, saham naik sehingga mendongkrak naik Indeks S&P 500 sebesar 1,3% menuju level tertinggi selama hampir 27 bulan yaitu 1.240,40, pasca pernyataan Presiden Barack Obama yang sepakat untuk melanjutkan pemangkasan saham yang di berlakukan oleh pemerintahan sebelumnya George W. Bush. Indeks acuan ini sudah naik 11% tahun ini.Indeks S&P 500 memangkas perolehannya di sesi terakhir perdagangan hari ini, yang naik 0,06 poin atau kurang dari 0,1% menjadi 1.240,46 pukul 4 p.m waktu New York.Laporan per 10 Desember menunjukkan kepercayaan para konsumen AS yang melambung menuju level tertinggi selama 6 bulan dan berkurangnya defisit perdagangan yang melampaui perkiraan para ekonom karena naiknya ekspor menuju level tertinggi sejak 2008 silam. (t01/msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top