Harga minyak dekati US$100 per barel

LONDON: Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) melanggar jumlah batas produksi minyak tertinggi selama 6 tahun, yang mengindikasikan bahwa para negara pemasok minyak terbesar di dunia ini telah siap memproduksi minyak mentah lebih banyak karena harga
Yusuf Waluyo Jati | 13 Desember 2010 02:30 WIB

LONDON: Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) melanggar jumlah batas produksi minyak tertinggi selama 6 tahun, yang mengindikasikan bahwa para negara pemasok minyak terbesar di dunia ini telah siap memproduksi minyak mentah lebih banyak karena harga minyak mengalami aksi reli menuju US$100 per barel.

Organisasi eksportir minyak ini, tidak termasuk Irak, memproduksi 26,78 juta barel per harinya pada tahun ini, melampaui kuota rata-rata 1,934 juta per hari, dan ini merupakan level tertinggi sejak 2004, ungkap data Bloomberg.Harga minyak mentah naik 11% pada 2010 ini yang terpicu oleh kembali bertambahnya permintaan, yang diperdagangkan dengan kisaran US$90 untuk pertama kalinya dalam 2 tahun ini. Pilihan untuk membeli minyak di harga US$100 pada Desember nanti tengah mendekati level tertinggi selama 5 bulan.Pelanggaran jumlah kuota tersebut meningkatkan laba OPEC tanpa mengubah target yang telah ditetapkan saat resesi global pertama yaitu sejak Perang Dunia II yang berdampak pada anjloknya harga minyak hingga 78%.OPEC telah mempertahankan target produksinya sebesar 24,845 juta barel per harinya sejak Desember 2008, yang merupakan periode terpanjang karena target kuota masih tidak berubah sejak pertama kali ditetapkan pada 1982 silam. Sebelumnya, sebelas anggota OPEC ini ditargetkan memproduksi 26,7 juta barel per hari bulan lalu, namun kini mereka menghasilkan 1,9 juta lebih banyak dari yang ditargetkan, ungkap data Bloomberg.Sementara itu, Goldman Sachs Group Inc. menyatakan bahwa per 1 Desember minyak mentah akan berada dalam rata-rata US$100 pada 2010 dan US$110 pada 2012 mendatang. Pada Juni tahun lalu, Goldman pun telah memprediksi bahwa minyak akan mengalami aksi reli di akhir 2009, meski level tersebut tidak terbukti hingga April tahun ini. Di lain pihak, JPMorgan Chase & Co.turut memperkirakan harga minyak akan berada pada US$93 di 2011, yang naik dari estimasinya sebelumnya US$89,75 dan mencapai level US$120 sebelum akhir 2012. (t01/msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top