Harga minyak naik di atas $88 barel

MELBOURNE: Minyak diperdagangkan di atas $88 barel di New York setelah penurunan klaim pengangguran AS didukung spekulasi pemulihan ekonomi yang meningkatkan permintaan bahan bakar di Amerika Serikat.Seperti dikutip dari Bloomberg, komoditas berjangka
News Editor | 10 Desember 2010 08:41 WIB

MELBOURNE: Minyak diperdagangkan di atas $88 barel di New York setelah penurunan klaim pengangguran AS didukung spekulasi pemulihan ekonomi yang meningkatkan permintaan bahan bakar di Amerika Serikat.Seperti dikutip dari Bloomberg, komoditas berjangka naik sebesar 1,1% kemarin setelah Departemen Tenaga Kerja mengatakan bahwa aplikasi tunjangan pengangguran turun sebesar 17.000 aplikasi ke 421.000 aplikasi. Adapun para ekonom memperkirakan klaim akan turun menjadi 425.000. Menurut Sekretaris Jenderal OPEC Abdalla El-Badri kenaikan harga ke US$100 menunjukkan bahwa ada 'sesuatu yang keliru dengan fundamental' di pasar sehingga mendesak OPEC untuk segera bertindak. El Badri menilai harga minyak saat ini berada pada level yang pas. OPEC akan melakukan pertemuan pada 11 Desember di Quito Ekuador untuk meninjau hal tersebut. "Permintaan berkembang pesat di China dan India dan secara moderat berkembang pada anggota Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan," ujarnya.Managing Director Commodity Broking Services Pty Sydney Jonathan Barrat mengatakan pasar saat ini membaca klaim pengangguran sebagai barometer dalam melihat perkembangan permintaan komoditas, terutama minyak. Harga minyak naik ke level US$90,76 per barel pada 7 Desember, harga harian tertinggi sejak Oktober 2008."OPEC akan melakukan pertemuan akhir pekan ini dan mereka tidak akan melakukan apapun sampai harga minyak mencapai US$100 per barel," ujarnya seperti dikutip Bloomberg, hari ini.Kontrak Januari berada pada level US$88,57 per barel, naik 20 sen dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pada 10.36 waktu Singapura. Kemarin, kontrak Januari tersebut bertambah 9 sen dan menetap pada level US$88,37. Harga turun 0,7% pekan ini dan 12% lebih tinggi tahun ini.Pada data pendahuluan Administrasi Umum Bea Cukai Beijing, impor minyak China pada November rebound sebesar 20,91 juta metrik ton atau sekitar 5,1 juta barel per hari dari posisi Oktober sebesar 16,4 juta. Kilang-kilang minyak di negara konsumen terbesar kedua di dunia tersebut telah meningkatkan produksi bahan bakar untuk memenuhi kekurangan pasokan solar. Kepala Riset Komoditas Australia dan New Zealand Banking Group Ltd. Mark Pervan mengatakan harga minyak menguat setelah klaim pengangguran AS turun lebih dari yang diharapkan. (02/bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top