Pemerintah kembali lelang 4 obligasi Rp2 triliun

JAKARTA : Pemerintah kembali merencanakan penarikan dana dari pasar domestik sebesar Rp2 triliun melalui lelang empat obligasi negara berdenominasi rupiah pada 14 Desember.
Yanto Rachmat Iskandar
Yanto Rachmat Iskandar - Bisnis.com 09 Desember 2010  |  08:40 WIB

JAKARTA : Pemerintah kembali merencanakan penarikan dana dari pasar domestik sebesar Rp2 triliun melalui lelang empat obligasi negara berdenominasi rupiah pada 14 Desember.

Yudi Pramadi, Kepala Biro Humas Kementerian Keuangan, memaparkan keempat seri obligasi yang akan dilelang tersebut, a.l. surat utang negara (SUN) SPN20111215, seri FR0055, seri FR0053, dan FR0056. Lelang tersebut dimaksudkan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBNP 2010.Jumlah indikatif yang (akan) dilelang sebesar Rp2 triliun untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN-P 2010. Surat Utang Negara yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1 juta, tulis dia dalam siaran persnya, hari ini.Menurut dia, SUN seri SPN20111215 merupakan penerbitan baru (new issuance) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada 15 Desember 2011. Sementara untuk seri FR0055 yang diterbitkan kembali (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 7,37% dan jatuh tempo pada 15 September 2016.Kemudian, SUN seri FR0053 (reopening) memiliki tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 8,25% dan jatuh tempo pada 15 Juli 2021. Lalu, seri FR0056 (reopening) memiliki tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 8,37% dan jatuh tempo 15 September 2026.Lelang dibuka pada tanggal 14 Desember 2010 pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB, sedangkan hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama. Settlement akan dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2010, tuturnya.Seperti biasanya, selain Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pemerintah juga melibatkan 18 penjamin emisi sebagai dealer utama lelang. Yakni Citibank N.A, Deutsche Bank AG, HSBC, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, dan PT Bank Internasional Indonesia Tbk.Kemudian, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, Standard Chartered Bank, JPMorgan Chase Bank NA, PT. Bahana Securities, PT. Danareksa Sekuritas, PT. Mandiri Sekuritas, PT. Trimegah Securities Tbk. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top