Saham Asia berlomba menaikkan indeks bursa

SINGAPURA: Saham-saham Asia naik, membawa indeks acuan di setiap negara mengalami kenaikan enam kali dalam tujuh hari, karena dolar menguat mendekati titik tertinggi 11 pekan terhadap yen yang menaikkan perkiraan laba eksportir Jepang.Saham Honda Motor
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 09 Desember 2010  |  02:14 WIB

SINGAPURA: Saham-saham Asia naik, membawa indeks acuan di setiap negara mengalami kenaikan enam kali dalam tujuh hari, karena dolar menguat mendekati titik tertinggi 11 pekan terhadap yen yang menaikkan perkiraan laba eksportir Jepang.Saham Honda Motor Co, produsen mobil terbesar kedua di Jepang, naik 1,4%. Saham Mitsubishi UFJ Financial Group Inc, bank terbesar di Jepang yang tercatat dalam bursa, mendaki 2,5% setelah laporan menunjukkan ekonomi negara tersebut tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan pada kuartal lalu. "Saham kelihatannya akan menguat akibat pergerakan mata uang," ujar Mitsushige Akino, yang mengelola aset senilai US$450 juta di Ichiyoshi Investment Management Co di Tokyo. Indeks Asia Pasifik MSCI menguat 0,8% menjadi 133,37 pada pukul 10:07 di Tokyo, dengan sekitar dua saham naik untuk satu saham yang turun. Indeks ini merosot 0,6% pada November setelah mengalami kenaikan dua bulan berturut-turut akibat kekhawatiran meningkat bahwa kebijakan anti-inflasi China, krisis utang Eropa dan ketegangan di tanjung Korea akan menghambat pemulihan ekonomi global. Indeks saham Jepang Nikkei 225 Stock Average menguat 0,5%. Produk domestik bruto tumbuh dengan tingkat 4,5% per tahun dalam 3 bulan yang berakhir 30 September, lebih cepat dari 3,9% yang dilaporkan bulan lalu, menurut Kantor Kabinet hari ini. Median perkiraan dari 19 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg News menunjukkan ekspansi sebesar 4,1%.Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,6% dan Indeks Australia S&P/ASX 200 menguat 0,5%. Dolar terapresiasi menjadi 84,31 yen kemarin di New York, mendekati titik tertinggi sejak 27 September. Penguatan dolar meningkatkan pendapatan dalam US$ perusahaan Jepang ketika dikonversi ke dalam mata uang nasional mereka.Indeks London Metal Exchange yang mencatat harga enam logam termasuk tembaga dan aluminium kemarin melonjak 1,5% ke titik tertinggi sejak 11 November. Harga tembaga berjangka mencatat rekor di New York akibat spekulasi bahwa permintaan akan melebihi produksi saat pemulihan global mendongkrak konstruksi rumah dan peralatan baru.Indeks Asia Pasifik MSCI sudah melonjak 9,9% tahun ini hingga kemarin, dibandingkan dengan kenaikan 10% pada Indeks Standard & Poor 500 dan 8,3% pada Indeks Stoxx Europe 600. Saham-saham dalam indeks Asia bernilai 14,6 kali perkiraan laba rata-rata, dibandingkan dengan 14,4 kali untuk S&P 500 dan 12,2 kali untuk Stoxx 600. (t04/msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top