Saham AS naik ditengah perpanjangan pemotongan pajak

NEW YORK: Harga saham AS naik, membawa indeks Standard & Poor's 500 ke level tertinggi 2 tahun, didorong oleh potensi perpanjangan pemotongan pajak dan American International Group Inc mengatakan akan membayar kembali fasilitas kredit dari bank sentral
Yusuf Waluyo Jati | 09 Desember 2010 00:32 WIB

NEW YORK: Harga saham AS naik, membawa indeks Standard & Poor's 500 ke level tertinggi 2 tahun, didorong oleh potensi perpanjangan pemotongan pajak dan American International Group Inc mengatakan akan membayar kembali fasilitas kredit dari bank sentral AS (Federal Reserve).Saham Regions Financial Corp. dan Zions Bancorporation bereli sedikitnya 5,3% akibat investor berharap bahwa pinjaman akan lebih menguntungkan ketika imbal hasil meningkat. Saham Morgan Stanley menguat 3,2% setelah mendapat persetujuan untuk menjual sahamnya di China International Capital Corp. Saham Lincoln National Corp dan perusahaan asuransi jiwa lain meningkat setelah Standard & Poor menaikkan perkiraan untuk industri tersebut. Saham AIG jatuh 3,9% sebelum pergerakan saham terhenti akibat pengumuman mengenai rencana pelunasan kredit. Indeks S&P 500 naik 0,4% menjadi 1.228,28, titik tertinggi 2 tahun, pada pukul 16:00 di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 13,32 poin, atau 0,1%, menjadi 11.372,48. Imbal hasil Treasury bertenor 10 tahun naik 11 basis poin menjadi 3,238%. "Sulit untuk menentang momentun ekonomi yang positif," ujar Mark Bronzo, yang ikut mengelola US$21 miliar di Security Global Investors yang berbasis di Irvington, New York, dalam sebuah wawancara. "Kita melihat perpanjangan pemotongan pajak, pelonggaran kebijakan moneter. Meski ada kekhawatiran mengenai pengetatan di China, ada juga persepsi yang mengatakan bahwa kebijakan itu akan dilakukan secara bertahap. Semua itu menciptakan situasi yang baik untuk aset berisiko." Sejak mencapai titik tertinggi 2 tahun sebelumnya pada 5 November, Indeks S&P 500 sudah turun 3,9% di tengah spekulasi bahwa China akan menaikkan suku bunga demi mengendalikan inflasi dan akibat kekhawatiran bahwa krisis utang akan menyebar di Eropa. Indeks acuan untuk saham AS hampir menghapus penurunan itu kemarin setelah Presiden Barack Obama mengatakan dia akan menyetujui perpanjangan selama 2 tahun untuk pemotongan pajak yang diperkenalkan oleh Bush dalam sebuah perjanjian kompromi yang dia sebut sebagai langkah penting di jalan menuju pemulihan. Sektor perbankan mengalami kenaikan terbesar dalam Indeks S&P 500 di antara 24 industri, dengan reli sebesar 3,4%. Saham Regions Financial melonjak 5,3% menjadi US$6,33 dan saham Zions Bancorporation menguat 5,5% menjadi US$22,45. Saham Morgan Stanley naik 3,2% menjadi US$26,47. Bank terbesar keenam di AS menurut aset itu mengatakan telah mendapat semua persetujuan yang diperlukan untuk penjualan 34,3% saham di China International Capital Corp, menawarkan penjualan saham itu kepada empat investor. Morgan Stanley menginginkan kenaikan sebelum pajak sebesar US$700 juta untuk mewujudkan transaksi tersebut, yang diperkirakan akan rampung sebelum akhir 2010, menurut bank yang berbasis di New York itu kemarin dalam sebuah pernyataan. (t04/msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top