Obligasi BII Rp1 triliun dijamin 3 sekuritas

JAKARTA: PT Bank Internasional Indonesia Tbk telah menunjuk PT Bahana Securities, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi senilai Rp1 triliun.Sumber Bisnis mengungkapkan perseroan juga menjajaki
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Desember 2010  |  19:10 WIB

JAKARTA: PT Bank Internasional Indonesia Tbk telah menunjuk PT Bahana Securities, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi senilai Rp1 triliun.Sumber Bisnis mengungkapkan perseroan juga menjajaki opsi untuk menerbitkan obligasi subordinasi. "Kalau rencana ini direalisasikan, obligasi yang akan diterbitkan oleh BII akan ditawarkan dalam bentuk subordinasi dan senior. Penerbitan surat utang ini direncanakan berlangsung pada tahun depan," ujarnya kemarin.Bisnis meminta konfirmasi kepada Direktur BII Thilagavaty Nadason namun yang bersangkutan tidak mengangkat telepon seluler maupun membalas pesan singkat yang dikirimkan kemarin.Saat ini, pemilik saham BII terdiri dari Sorak Financial Holdings Pte Ltd sebesar 54,33% dan Maybank Offshore Corporate Services (Labuan) Sdn Bhd sebesar 43,08%, sedangkan publik hanya 2,59%.Malaysian Bank Bhd meminta perpanjangan waktu untuk melepas sebagian sahamnya di BII, setelah pada Jumat pekan lalu Bapepam-LK menyatakan telah memberikan tambahan waktu divestasi selama 6 bulan yakni hingga 1 Juni 2011 kepada bank asal Malaysia itu.Rencana permintaan penambahan waktu kembali itu Maybank kepada otoritas Bursa Malaysia pada Jumat pekan lalu. Hal itu akan dilakukan Maybank apabila proses pelepasan saham kepada investor publik mengakibatkan kerugian lebih dari 10%.Setelah mengakuisisi BII pada 2008, Maybank wajib menambah porsi kepemilikan publik. Dalam peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, terdapat ketentuan pengambilalihan lebih dari 80% saham perusahaan yang tercatat di bursa harus melepas kembali sahamnya kepada lebih dari 300 pihak minimal sebesar 20%, dengan batas waktu maksimal 2 tahun setelah pengambilalihan saham.Rencana penjualan tersebut ikut mendongkrak harga saham BII di pasar. Harga saham BII kemarin ditutup menguat 9,46% menjadi Rp810 dibandingkan dengan awal pekan ini senilai Rp740 yang menjadikan berkapitalisasi pasar Rp45,58 triliun. Padahal, pada awal November harga saham BII berada di kisaran Rp350. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top