Penjualan Asia Fibers diproyeksi Rp4,2 triliun

JAKARTA: Produsen tekstil PT Asia Pacific Fibers Tbk memproyeksikan penjualan bersih tumbuh 19,61% menjadi Rp4,2 triliun pada tahun ini dibandingkan dengan Rp3,51 triliun pada tahun lalu.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Desember 2010  |  13:35 WIB

JAKARTA: Produsen tekstil PT Asia Pacific Fibers Tbk memproyeksikan penjualan bersih tumbuh 19,61% menjadi Rp4,2 triliun pada tahun ini dibandingkan dengan Rp3,51 triliun pada tahun lalu.

Tahun lalu, pendapatan perseroan mencapai Rp3,52 triliun atau turun 6,14% dibandingkan dengan Rp3,75 triliun pada 2008. Selain dari penjualan bersih, pendapatan perseroan juga disumbang oleh pendapatan usaha lainnya yang pada tahun lalu mencapai Rp8,98 miliar atau turun 13,53% dibandingkan dengan Rp10,39 miliar pada 2008.Direktur Utama V. Ravi Shankar mengatakan kontribusi terbesar pada tahun ini datang dari pasar domestik dibandingkan dengan pasar ekspor mengingat permintaan akan pengganti kapas juga meningkat."Suplai dari perseroan lebih diprioritaskan untuk pasar dari domestik. Perseroan juga tengah mempersiapkan peningkatan produksi polyester staple fiber mulai tahun depan untuk memenuhi permintaan," ujarnya, seusai paparan publik, sore tadi.Pada periode Januari-September 2010, penjualan domestik memberikan kontribusi hingga 74,80% atau sebesar Rp2,36 triliun. Adapun, sisanya berasal dari penjualan ekspor. Pada tahun lalu, penjualan ekspor memberikan sumbangan terbesar hingga 73,14%.Perseroan pada tahun ini mengalokasikan belanja modal sebesar US$6,2 juta untuk peningkatan produksi polymer sebesar 8%. Sebanyak 80% dari dana modal kerja ini berasal dari pinjaman yang diberikan oleh Damiano Investments BV dengan masa pinjaman 1 tahun dan bunga 15%. Sisanya berasal dari kas internal perseroan. Peningkatan produksi ini akan dioperasikan pada kuartal II tahun depan.Belanja modal pada tahun depan diproyeksikan akan mencapai US$6 juta. Sumber pendanaan akan mengacu pada pembiayaan belanja modal pada tahun ini.Hingga saat ini, perseroan masih memproses secured debt restructuring plan (SDRP) yang belum disetujui, terutama oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), yang memiliki sekitar 28% dari total hutang terjamin."Kami harap restrukturisasi dengan kreditur terjamin dapat segera selesai karena ini akan berdampak pada rasio utang terhadap ekuitas menjadi lebih baik," tutur Sekretaris Perusahaan Asia Pacific Fibers Tunaryo. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top