AKR Corporindo bidik omzet Rp15 triliun

JAKARTA: PT AKR Corporindo Tbk memproyeksikan pendapatan perseroan tahun depan akan mencapai Rp12,9 triliun15,14 triliun, meningkat sekitar 2030% dari perkiraan pencapaian pada akhir tahun ini sebesar Rp10,75 triliun11,64 triliun.Direktur Utama AKR Corporindo
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Desember 2010  |  13:12 WIB

JAKARTA: PT AKR Corporindo Tbk memproyeksikan pendapatan perseroan tahun depan akan mencapai Rp12,9 triliun15,14 triliun, meningkat sekitar 2030% dari perkiraan pencapaian pada akhir tahun ini sebesar Rp10,75 triliun11,64 triliun.Direktur Utama AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo mengatakan perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatannya sebesar 2030% setiap tahun. Tahun 2009 perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp8,96 triliun."Nantinya, kalau pendapatan sudah meningkat sebesar itu nantinya laba bersih akan mengikuti juga pertumbuhannya," ujarnya dalam paparan publik kemarin.Dia mengatakan perseroan memprediksi pendapatan perseroan sebagian besar, atau sekitar 70%, akan berasal dari distribusi BBM bersubsidi yang saat ini sudah dimulai perusahaan di Sumatra, Kalimantan, serta sebagian daerah Indonesia Timur. Sedangkan sisanya dari sektor manufaktur dan usaha lain perusahaan. Untuk usaha distribusi BBM sendiri, Haryanto mengatakan emiten berkode saham AKRA itu sudah menganggarkan dana sebesar Rp700 miliar untuk pembangunan beberapa pusat distribusi dan infrastrukturnya. Sebagian dana itu, tuturnya, sudah masuk ke dalam rencana penggunaan dana penawaran umum terbatas (PUT/rights issue) senilai Rp531 miliar yang baru dilakukan pada awal tahun ini.Perseroan merupakan agen tunggal bagi BUMN bersubsidi selain Pertamina. Perseroan sudah mendapatkan izin untuk membangun sebanyak 2022 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tahun depan, dari izin awal yang dikantongi sebanyak 16 izin pada tahun ini.Emiten itu, lanjut Haryanto, berencana menggunakan dana internal untuk ekspansinya tersebut. Selain itu, tuturnya, perseroan masih menunggu kejelasan dari rencana pemberlakuan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi, yang diyakini dapat meningkatkan bisnis perusahaan. Selain itu, tuturnya, perseroan juga sedang mengkaji akuisisi ladang singkong untuk mengamankan bahan baku produksinya untuk salah satu anak usahanya, PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk. Sorini menargetkan pendapatan perseroan dapat tumbuh sekurangnya sebesar 20% pada akhir tahun ini dibandingkan tahun lalu yang dibukukan sebesar Rp1,47 triliun.Direktur Sorini Suresh Vembu mengatakan perseroan optimistis target itu dapat tercapai mengingat permintaan terhadap produk perseroan masih cukup tinggi, mengingat perseroan merupakan produsen sorbitol terbesar kedua di dunia. "Pendapatan kami sudah mencapai Rp1,33 triliun per kuartal III/2010, jadi sepertinya target itu akan tercapai." Namun, tuturnya, perseroan belum menentukan target untuk tahun depan mengingat masih ada yang harus dicapai dulu hingga akhr tahun ini.Dia mengatakan produsen sorbitol dan starch itu, produk olahan dari tapioka dan tepung jagung, hanya menganggarkan belanja modal sebesar US$10 juta-15 juta untuk tahun depan. Dana itu akan digunakan untuk pemeliharaan dan pembangunan pabrik Sakti Jaya yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III tahun depan. "Kami tidak banyak menganggarkan dana investasi untuk tahun depan karena dana investasi kami sudah digunakan sejak 2009."Perusahaan berkode saham SOBI itu baru saja membeli empat pabrik pada akhir tahun lalu dengan dana investasi itu yang akan siap beroperasi maksimal pada tahun depan, setelah dimodifikasi untuk memaksimalkan efisiensi.Dengan adanya empat pabrik itu dan Sakti Jaya, maka akan ada tambahan produksi sebesar 160.000 metrik ton per tahun. Pabrik Sakti Jaya sendiri memiliki kapasitas sebesar 100.000 metrik ton per tahun. Pada akhir 2009, produksi perseroan mencapai 289.000 metrik ton, sedangkan per September 2010, produksinya sudah mencapai 264.000 metrik ton.Sorini dimiliki PT AKR Corporindo Tbk melalui PT Arjuna Utama Kimia. Arjuna memiliki sebanyak 68,82% saham Sorini. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top