Salim lepas Lonsum Rp1,27 triliun

JAKARTA: Seluruh saham PT PP London Sumatera Plantations Tbk milik Indofood Agri Resources Ltd (Indo Agri) dijual senilai US$183,8 juta atau senilai Rp1,27 triliun. Indo Agri sendiri merupakan salah satu perusahaan Grup Salim yang sahamnya tercatat di
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Desember 2010  |  15:57 WIB

JAKARTA: Seluruh saham PT PP London Sumatera Plantations Tbk milik Indofood Agri Resources Ltd (Indo Agri) dijual senilai US$183,8 juta atau senilai Rp1,27 triliun. Indo Agri sendiri merupakan salah satu perusahaan Grup Salim yang sahamnya tercatat di bursa Singapura.

"Jumlah saham yang dijual perusahaan adalah sebanyak 109,52 juta lembar dengan nilai Rp11.600 per lembarnya," ujar Chief Executive Officer Indo Agri Mark Wakeford dalam keterbukaan informasi emiten saham itu kepada PT Bursa Efek Indonesia tadi malam.Sebanyak 42,11 juta lembar saham atau 3,1% porsi saham senilai Rp488,5 miliar, tuturnya, dijual kepada PT Salim Ivomas Pratama, anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang lain. Adapun, sisanya sebanyak 67,41 juta lembar saham atau 4,9% dilepas melalui penawaran terbatas (private placement) kepada investor lain dengan nilai transaksi sebesar Rp782 miliar.Berdasarkan data perdagangan kemarin, penjualan itu dilakukan melalui jasa PT Kim Eng Securities yang memiliki kode pialang ZP, dan merupakan tranasaksi tutup sendiri (crossing). Mark mengatakan alasan penjualan saham tersebut adalah peningkatan likuiditas saham perseroan, serta untuk dapat menikmati insentif PPh Badan yang berlaku saat ini. Menurutnya, melalui penjualan ini kepemilikan publik pada emiten meningkat menjadi 40,5%, yang berada di atas batas kepemilikan publik yang bisa mendapatkan insentif pajak pada level 40%.Selain itu, tuturnya, struktur pemodalan perusahaan menjadi semakin sederhana karena kepemilikan grup usahanya pada London Sumatera menjadi terkonsentrasi. Lalu, dia juga mengatakan laba bersih per saham untuk grup menurun dari Rp1.055 menjadi Rp1.017 karena kepemilikan grup usaha itu berkurang.Senior Equity Sales PT Valbury Asia Securities Robin Setiawan mengatakan harga saham perusahaan yang menurun pada perdagangan kemarin kemungkinan besar tidak disebabkan adanya penjualan saham itu. Dia menilai penyebab turunnya harga saham perseroan lebih disebabkan adanya penurunan harga minyak sawit mentah (CPO) kemarin sore."Kinerja sahamnya masih akan bagus, dan tidak ada ruginya bagi investor jika memiliki saham ini akibat penjualan saham itu."Dia mengatakan dukungan finansial dari induk usahanya, Grup Salim, juga tidak akan berkurang karena melalui Salim Ivomas yang kepemilikan sahamnya pada London Sumatra awalnya adalah 56,39%. Dengan kepemilikan yang bertambah, berarti kepemilikan Salim Ivomas pada emiten berkode saham LSIP itu adalah sebanyak 59,49%.Dia masih merekomendasikan aksi beli untuk saham itu dengan target harga pada level Rp16.300 per lembar untuk 12 bulan ke depan. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top