Obligasi Rp5,5 triliun siap dicatatkan

JAKARTA: Obligasi dan efek utang baru senilai Rp5,5 triliun siap dicatatkan di papan bursa pada bulan ini hingga awal tahun depan.Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito mengatakan beberapa perusahaan yang sudah menyampaikan
News Editor | 07 Desember 2010 17:10 WIB

JAKARTA: Obligasi dan efek utang baru senilai Rp5,5 triliun siap dicatatkan di papan bursa pada bulan ini hingga awal tahun depan.Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito mengatakan beberapa perusahaan yang sudah menyampaikan dokumen kontrak pendahuluan pencatatan (prelisting contract) dan yang sudah mengantongi kontrak tersebut ada 6 perusahaan."Ada yang dokumennya baru masuk ke kami [BEI], ada yang sudah mendapatkan kontrak pendahuluan dan saat ini sudah di Bapepam-LK," ujarnya kepada pers awal pekan ini.Beberapa perusahaan itu adalah PT SAN Finance yang berniat menerbitkan obligasi sebesar Rp300 miliar, PT Danareksa sebesar Rp500 miliar, dan efek baragun aset (EBA) DSMF-BTN III/2010 senilai Rp750 miliar.Ketiganya, tutur Eddy, saat ini sudah mendapatkan kontrak pendahuluan pencatatan dari otoritas bursa dan kemungkinan besar sudah mengajukan pernyataan pendaftaran praefektif ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).Berdasarkan catatan Bisnis, SAN Finanse, perusahaan pembiayaan Grup Astra, akan menggunakan jasa dari PT NISP Sekuritas sebagai penjamin emisi. Lalu obligasi Danareksa yang bertenor 3 dan 5 tahun akan menggunakan jasa dari PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Securities Tbk sebagai penjamin emisi.Dia mengatakan efek beragun aset (EBA) PT Danareksa Investment Management-PT Sarana Multigriya Finansial-PT Bank Tabungan Negara Tbk (DSMF-BTN) senilai Rp750 miliar juga siap terbit. Efek derivatif KPR itu akan menggunakan jasa dari PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas (AAA Securities), Trimegah Securities, dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk sebagai penjamin emisi.Selanjutnya ada obligasi PT Astra Sedaya Finance senilai Rp1,5 triliun, PT Bank Nagari sebesar Rp500 miliar, PT Bank Jabar Banten Tbk senilai Rp2 triliun.Portfolio Manager PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Angky Hendra menilai penerbitan obligasi korporasi baru baru akan ramai pada akhir tahun depan, meskipun tidak menutup kemungkinan minat besar investor pada penerbitan baru efek utang pada akhir tahun ini."Saat ini perdagangan obligasi juga masih sepi, baik di pasar obligasi korporasi atau SUN [surat utang negara]. Baru pada tahun depan kemungkinan akan ramai lagi."Eddy menambahkan, saat ini ada satu calon emiten saham baru yang sudah menyampaikan rencana pencatatan sahamnya di papan bursa, yaitu PT Metropolitan Development (Metland)."Metland sudah mengajukan kontrak pendahuluan pencatatan, jumlah saham yang berencana diterbitkan sebanyak 2,1 miliar saham. Mereka menggunakan jasa Danareksa Sekuritas sebagai penjamin emisi."Namun, Eddy tidak dapat memberikan indikasi nilai penerbitan saham tersebut. Namun, berdasarkan catatan Bisnis, calon perusahaan terbuka itu berencana menghimpun dana sebesar Rp500 miliar dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) itu. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top