Harga saham Martina Berto sekitar Rp760

JAKARTA: PT Martina Berto Tbk, pabrikan kosmetika dan obat tradisional, melepas 33,17% saham ke pasar atau sebesar 355 juta lembar saham melalui mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan target dana sekitar Rp270 miliar.Dengan
News Editor | 07 Desember 2010 11:34 WIB

JAKARTA: PT Martina Berto Tbk, pabrikan kosmetika dan obat tradisional, melepas 33,17% saham ke pasar atau sebesar 355 juta lembar saham melalui mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan target dana sekitar Rp270 miliar.Dengan melihat target dana yang disampaikan pada prospektus ringkas pada Senin lalu, anak usaha Martha Tilaar Group ini kemungkinan akan menawarkan saham di kisaran Rp760 per lembarnya. Dalam prospektus ringkas disebutkan bahwa dana hasil IPO sebesar Rp270 miliar belum termasuk dengan biaya-biaya emisi.Perseroan berencana untuk menggunakan 50% dari total dana hasil IPO atau sebanyak Rp135 miliar guna membangun pabrik baru di Cikarang, Jawa Barat, pembelian mesin, dan peralatan produksi serta utilitas. Sekitar 20% atau Rp54 miliar dialokasikan untuk membayar utang perseroan kepada PT Bank CIMB Niaga.Sisanya, sebesar 30% atau Rp81 miliar akan digunakan untuk modal kerja, seperti renovasi gudang, pengembangan infrastruktur teknologi informasi, dan pengembangan serta penelitian produk. Perseroan kini memiliki tiga pabrik yang terletak di Pulo Kambing, Bekasi, dan Gunung Putri.Perseroan memperoleh penjualan Rp257,87 miliar pada periode Januari-Juni 2010. Penjualan domestik menyumbang 98,2% atau Rp253,34 miliar dan penjualan ekspor 1,8% atau Rp4,53 miliar. Adapun, penjualan bersih 2009 mencapai Rp516,32 miliar atau naik 20,1% dibandingkan dengan Rp429,88 miliar pada 2008.Laba bersih pada periode Januari-Juni 2010 mencapai Rp11,82 miliar dengan marjin laba bersih terhadap penjualan sebesar 4,6%, sedangkan laba bersih pada 2009 melonjak 724,8% menjadi Rp22,23 miliar dibandingkan dengan Rp2,70 miliar pada 2008.Analis PT CIMB Securities Indonesia Mastono Ali menilai keputusan Martina Berto untuk masuk ke pasar modal merupakan langkah yang tepat karena perseroan akan mendapatkan dana untuk ekspansi dengan biaya pendanaan yang lebih rendah."Melalui riset dan pengembangan produk serta pembangunan pabrik, perseroan dapat mengambil peluang yang lebih banyak untuk menggarap pasar ekspor. Namun, perlu diingat, ke depan persaingan di sektor kosmetik dan obat tradisional tidak hanya melibatkan pemain domestik tapi juga produk China." (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top