Metro Realty sulit hadapi pengembang besar

News Editor
News Editor - Bisnis.com 06 Desember 2010  |  05:32 WIB

JAKARTA: Perusahaan ritel PT Metro Realty Tbk mengaku cukup kesulitan dalam menghadapi persaingan dengan para pengembang besar di industri properti dan real estate.

Berdasarkan materi public expose yang disampaikan kepada Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, manajemen emiten berkode saham MTSM ini memaparkan sejumlah kendala dalam bersaing dengan pengembang besar untuk pengembangan bisnis perseroan.Dalam bidang usaha property management, misalnya, perseroan harus bersaing dengan sejumlah mal dan bangunan baru yang dibangun dengan berbagai konsep dan fasilitas yang lebih memadai dibandingkan dengan kondisi gedung yang dimiliki perseroan. Dalam bidang usaha real estat, perseroan harus bersaing dengan sejumlah pengembang besar yang memiliki lahan yang luas di tempat-tempat strategis. Sisa lahan atas proyek yang sudah berjalan, katanya, tidak memungkinkan untuk memberikan fasilitas-fasilitas seperti yang ditawarkan pengembang lain. "Fasilitas bangunan harus ditingkatkan, sementara jumlah penyewa toko tidak bertambah mengikuti pertumbuhan [bangunan], paparnya. Untuk meningkatkan kinerja perseroan, ada sejumlah upaya yang telah dan akan dilakukan, a.l. merenovasi gedung-gedung yang ada untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan nyaman bagi pengunjung maupun penyewa toko, meningkatkan pemasaran dengan beriklan dan membagikan brosur untuk mengaktifkan lahan yang ada.Selain itu, perseroan juga terus mengefisiensikan biaya-biaya operasional perusahaan, memperbaiki lini internal agar tercipta hubungan kerja yang baik antara pimpinan dan karyawan, mengoreksi kekurangan baik eksternal maupun internal perusahaan.Hal-hal ini dilakukan untuk menuju ke arah yang lebih baik agar bisa bersaing dengan pihak luar, jelasnya.Meskipun demikian, berdasarkan laporan keuangan Metro Reality pada Kuartal III/2010, perseroan membukukan peningkatan laba bersih sebesar 461,33% menjadi Rp1,93 miliar dari Rp212,06 juta pada kuartal III/2009.Meskipun pendapatan perseroan turun 12,51% menjadi Rp16,85 miliar dari Rp19,26 miliar, beban usaha perseroan juga turun 22,98% menjadi Rp12,13 miliar dari Rp15,75 miliar. Hal ini menyebabkan laba kotor perseroan naik 34,09% menjadi Rp4,72 miliar dari Rp3,52 miliar.Dalam laporan keuangan unaudited itu juga disebutkan beban usaha perseroan naik tipis 7,72% menjadi Rp2,79 miliar dari Rp2,59 miliar. Namun penghasilan lain-lain perseroan melonjak 1.060% menjadi Rp641,25 miliar dari Rp55,28 miliar.Lonjakan tersebut ditopang oleh peningkatan bunga jasa giro perseroan sebesar 1.560,29% menjadi Rp1,08 miliar dari Rp65,35 juta. Perseroan pada kuartal III/2010 juga mendapat pendapatan lain-lain sebesar Rp29,72 juta. Adapun rugi penjualan aktiva tetap yang pada kuartal III/2009 sebesar Rp1,08 juta sudah tidak ada lagi pada kuartal III/2010.MTSM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pasar swalayan, sewa, pengelolaan gedung, investasi dan pengembangan real estate.Sebelumnya perseroan bernama PT Melawai Indah Plaza, lalu berubah menjadi PT Metro Supermarket Reality Tbk, dan pada 2009 berganti nama menjadi PT Metro Reality Tbk. (05)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top