Bumi Minerals direkomendasi speculative buy

News Editor | 05 Desember 2010 10:01 WIB

JAKARTA: Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk direkomendasikan beli dengan status spekulatif, menyusul risiko divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang bisa mengancam 24% saham grup Bakrie tersebut di Newmont.

Analis PT Woori Korindo Securities Teuku Hendry Andrean menilai pemodal sebaiknya mempertimbangkan faktor tersebut sebelum mengoleksai saham Bumi Minerals baik di pasar resmi maupun di pasar negosiasi (pre marketing)."Kalaupun investor membeli saham ini, mereka perlu sadar bahwa ini sifatnya spekulatif karena IPO masih dibayangi risiko dan dividen belum bisa diharapkan dalam waktu dekat mengingat kebanyakan aset mereka belum berproduksi," ujarnya.Gugatan divestasi saham Newmont, lanjutnya, menjadi salah satu risiko yang bisa mengganggu penerimaan perseroan. Sejauh ini, arus kas Bumi Minerals hanya berasal dari dividen Newmont senilai Rp820 miliar.Perseroan saat ini belum menghasilkan pendapatan dari kegiatan operasional lain karena lima tambang andalannya belum berproduksi, Hilangnya 24% saham di Newmont berpotensi menghapus dividen Newmont yang tahun ini nilainya mencapai US$224 juta (Rp2 triliun).Kepada Bisnis, Manajer Government & Public Relations Pukuafu Alexander Yopi menyatakan tidak peduli pihak Newmont akan menyerahkan hak saham Pukuafu sebesar 31% dari mana. Nusa Tenggara Partnership memiliki 49% saham NNT, sehingga bisa menyerahkan 31% saham sengketa tanpa menyenggol saham grup Bakrie."Tidak harus saham yang kini dimiliki grup Bakrie melalui PT Multi Daerah Bersaing (MDB). Itu transaksi yang berbeda, meski secara substansi sama yakni pelanggaran Newmont atas kontrak karya divestasi," jelasnya.Teuku Hendry menilai kenaikan harga saham Bumi Minerals hanya akan menguntungkan Bumi Resources selaku pemegang saham, karena nilai ekuitas mereka akan melonjak sehingga meringankan leverage atau rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER).Manajemen Bumi Resources menargetkan penurunan beban utang senilai US$800 juta, salah satunya dengan meraup dana publik melalui pencatatan saham perdana Bumi Minerals. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rini Yustiningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top