Bumi Minerals oversubcribed 29,89 kali

JAKARTA: Initial public offering (IPO) PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) mengalami kelebihan permintaan atau oversubsribed sampai 29,89 kali.
Tiara Syahra Syabani | 05 Desember 2010 10:37 WIB

JAKARTA: Initial public offering (IPO) PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) mengalami kelebihan permintaan atau oversubsribed sampai 29,89 kali.

Direktur Eksekutif PT Danatama Makmur Vicky Ganda Saputra mengungkapkan setelah masa penawaran saham yang serentak diadakan secara nasional pada 30 November-2 Desember untuk para calon investor BRMS, tercatat jumlah pemesanan atas porsi alokasi penjatahan terpusat (pooling) yang masuk mengalami kelebihan permintaan sampai dengan 29,89 kali. Danatama Makmur merupakan lead underwriter pelaksanaan Go Public BRMS. Selain Danatama, Nomura Indonesia juga ditujuk sebagai joint lead underwriters. Sedangkan Credit Suisse, JP Morgan, dan Nomura Internasional juga ditunjuk sebagai Internasional Selling Agents. "Dalam 3 hari masa penawaran saham BRMS, tercatat sejumlah lebih dari 2.200 investor publik melakukan pemesanan saham BRMS, dengan harga akhir penawaran saham yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp635 per saham," ujar Vicky dalam rilisnya hari ini.

Dia menambahkan dengan harga penawaran saham sebesar Rp635 per saham dan harga pelaksanaan warran senilai Rp700 per warran, total kombinasi dana yang dihimpun oleh BRMS diperkirakan dapat menjadi sebesar Rp3,6 triliun, yang berasal dari 3,3 miliar saham atau setara dengan 18,16% saham perusahaan yang dilepas kepada publik. Selain itu dari penerbitan 2,2 miliar waran Seri I yang didistribusikan secara cuma-cuma bagi setiap investor yang memperoleh alokasi penjatahan saham dengan rasio 3:2. "Artinya setiap pihak yang mendapatkan 3 saham akan mendapat tambahan 2 waran," kata Vicky. "Dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru dan hasil pelaksanaan warrant akan dialokasikan untuk lebih memacu pertumbuhan portofolio aset-aset pertambangan mineral BRM secara lebih optimal," kata Direktur Keuangan BRMS, Yuanita Rohali. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top