Pertamina-Encore gagal closing

JAKARTA: Rencana per ka winan PT Perta mina (Persero) dan PT Med co Energi Inter na sio nal Tbk melalui akuisisi 27,9% saham Encore Inter na tio nal Limited yang disebut-sebut bernilai US$700 juta akhirnya batal. Penyebab utama kegagalan ak si korporasi
News Editor | 02 Desember 2010 05:14 WIB

JAKARTA: Rencana per ka winan PT Perta mina (Persero) dan PT Med co Energi Inter na sio nal Tbk melalui akuisisi 27,9% saham Encore Inter na tio nal Limited yang disebut-sebut bernilai US$700 juta akhirnya batal. Penyebab utama kegagalan ak si korporasi itu adalah kuatnya re sis tensi kalangan politisi di DPR dan kurangnya dukungan Ke men te ri an BUMN sebagai pe me gang sa ham BUMN migas ter sebut.

VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun me ngemukakan kedua belah pihak sepakat membatalkan ren ca na aksi korporasi itu se telah melakukan evaluasi selama 47 ha ri sejak ditetapkan masa pe riode eks klusif mulai 15 Oktober–30 No vember sesuai dengan perjanjian prinsip kedua perusahaan.

“Exclusive period antara Per ta mina dan Encore untuk mengevaluasi pem belian saham En core telah ber akhir 30 November 2010. Pada akhir periode tersebut ke dua pi hak bersepakat ti dak me laku kan transaksi,†ujarnya di Jakarta.

Namun, sumber Bisnis yang ikut terlibat dalam transaksi itu menegaskan Pertamina membatalkan aksi korporasi tersebut karena kuatnya resistensi ka­langan politisi, terutama di Komisi VI dan VII DPR. Di sisi lain, Menteri BUMN juga tidak berani mendu kung rencana korporasi itu.

Adanya resistensi tersebut juga se cara implisit diamini Pre si den Ko misaris Medco Energi In ter na sio nal Hilmi Panigoro. Me nu rut dia, isu kerumitan administrasi per kawinan perusahaan publik dan BUMN menjadi pengganjal akuisisi Pertamina atas Encore.

Padahal, tambahnya, kedua per usahaan telah sangat serius bi cara mengenai syarat dan ketentuan akuisisi itu. Hanya, tu turnya, hingga batas waktu yang disepakati keduanya gagal me nye lesaikan akuisisi tersebut ka rena berbagai isu, terutama ad mi nistratif perkawinan antara per usahaan publik dan BUMN.

“Kami setuju untuk bicara se rius membahas terms and conditions. Tetapi ternyata sampai ke marin kami tidak berhasil menyelesaikan itu karena banyak sekali isu administrasi, terutama me nga winkan holding company de ngan BUMN,†tegasnya.

Soal masalah harga, Hilmi me negaskan, kedua per usa haan te lah mencapai kesepakatan. Sa yang nya, dia tidak ber sedia me nyebutkan berapa nilai akuisisi yang disepakati, termasuk apa kah masih berada pada level yang diajukan Medco, US$700 juta.

Format lain

Dengan pembatalan akuisisi tersebut, Medco menilai tidak akan ada lagi rencana untuk me nyusun kesepakatan serupa pada ma sa mendatang. Namun, masih terbuka bagi Per tamina dan Med co untuk bekerja sama dalam format lain, seperti kerja sama di aset-aset mi lik perusahaan.

“Kalau bicara holding (Encore) kita lupakan aja, tidak akan, su sah, ada isu public company dan BUMN. Kalau di aset kan cuma B to B. Kami akan cari format lain, Medco dan Pertamina kan sudah ada kerja sama di beberapa aset, dan mungkin kami akan perluas kerja sama aset. Yang jelas ke inginan kerja sama dengan Per ta mina ya jalan terus.â€

Encore merupakan perusahaan yang berkedudukan di British Vir gin Island dan memiliki sa ham sebesar 60,6% pada Encore Energy Pte Ltd. Encore Energy me rupakan perusahaan yang ber kedudukan di Singapura dan me miliki 50,7% saham Medco.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rezza Aji Pratama

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top