Hypermat dilirik empat investor

JAKARTA: Empat peritel, termasuk Lotte Shopping Co, raksasa ritel dari Korea Selatan, masuk ke dalam barisan yang akan meminang unit Hypermart milik PT Matahari Putra Prima Tbk. Opsinya adalah membeli Hypermart atau membeli saham mayoritas Matahari.
News Editor | 02 Desember 2010 15:25 WIB

JAKARTA: Empat peritel, termasuk Lotte Shopping Co, raksasa ritel dari Korea Selatan, masuk ke dalam barisan yang akan meminang unit Hypermart milik PT Matahari Putra Prima Tbk. Opsinya adalah membeli Hypermart atau membeli saham mayoritas Matahari.

Direktur Matahari Danny Konjongian yang dihubungi Bisnis malam ini mengatakan tiga peritel lainnya tidak dapat diumumkan karena terikat pada perjanjian kerahasiaan. Namun, sebelumnya, seperti dikutip dari situs Food and Drink Insight, Hypermart juga tengah dilirik oleh Wal-Mart dari Amerika Serikat dan Casino Guichard-Perrachon SA yang berasal dari Prancis.Hasil sementara tinjauan strategis yang dilakukan oleh perusahaan investasi global Merrill Lynch Singapore) Pte Ltd, seperti yang tertuang dalam rilis yang disampaikan Matahari pada malam ini, menguatkan adanya ketertarikan dari empat peritel strategis tersebut untuk menjadi pemegang saham mayoritas.MLS sebelumnya telah ditunjuk untuk melakukan tinjauan strategis untuk mengidentifikasi dan meneliti rencana bisnis yang dapat diambil dalam rangka memaksimalkan nilai perusahaan serta menelusuri minat investasi dari pemain global.Matahari terus menggunakan jasa Merrill Lynch untuk melanjutkan negosiasi dengan empat peritel tersebut. Perseroan juga akan terus mengkaji pilihan-pilihan lain yang ada dan tetap menunggu hasil akhir dari tinjauan strategis Merrill Lynch."Jajaran manajemen tetap berkomitmen untuk terus fokus pada bisnis ritel inti FMCG melalui serangkaian rencana ekspansi Hypermart di semua wilayah di Indonesia," ujar Danny.Hasil tinjauan juga menggarisbawahi beberapa potensi untuk meningkatkan dan memperluas bisnis FMCG dan memisahkan aset serta kewajiban yang tidak terkait. Saat ini, Matahari mengoperasikan 51 hypermarket, 25 supermarket, 53 outlet apotik, 90 pusat hiburan keluarga, dan 18 toko buku internasional. Perseroan juga memiliki aliansi strategis pengoperasian 92 department store di lebih dari 50 kota di seluruh Indonesia.Hypermart merupakan anak perusahaan Matahari yang berdiri pada 2004 dan kini telah memiliki 51 outlet dengan total pendapatan sekitar Rp8,9 triliun dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 22% pada 2010. Hypermart menargetkan untuk membuka sekitar 13 toko pada 2011 dan ditargetkan memiliki 80 toko anyar dalam 5 tahun ke depan.Analis PT CIMB-GK Securities Indonesia Mastono Ali mengatakan sinergi yang akan dijalin antara Matahari dengan mitra strategisnya nanti diyakini tidak akan menemui kesulitan mengingat keduanya bergerak di bisnis yang sama."Semua calon bergerak di bidang ritel. Ini positif. Beda jika mitra yang tertarik itu perusahaan investasi karena ada kemungkinan akan dilepas ke pihak lain lagi," ujarnya.Hal lain yang perlu dicermati adalah valuasi saham yang ditawarkan oleh calon pembeli. Valuasi ini akan menentukan pergerakan harga saham. Jika valuasi dinilai layak, pergerakan harga saham akan menguntungkan investor minoritas.Harga saham perseroan dengan kode MPPA pada penutupan perdagangan hari ini naik Rp110 atau 7,48% ke level Rp1.580, sehingga membentuk kapitalisasi pasar Rp8,8 triliun. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rezza Aji Pratama

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top