Aksi wait and see turunkan dana asing di rupiah

JAKARTA: Bank Indonesia melaporkan jumlah dana asing yang ditempatkan pada aset keuangan rupiah selama pekan terakhir November 2010 turun sebesar Rp5,11 triliun seiring aksi tunggu yang dilakukan oleh investor asing.
Yanto Rachmat Iskandar | 01 Desember 2010 04:42 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia melaporkan jumlah dana asing yang ditempatkan pada aset keuangan rupiah selama pekan terakhir November 2010 turun sebesar Rp5,11 triliun seiring aksi tunggu yang dilakukan oleh investor asing.

Dengan demikian, selama November 2010, terjadi penurunan penempatan dana asing pada instrumen rupiah sebesar Rp13,7 triliun.Kepala Biro Humas Bank Indonesia (BI) Difi A Johansyah mengatakan arus keluar dana asing (outflow) masih terus berlanjut. Menurut dia, ketidakpastian kondisi global mengakibatkan investor asing cenderung melakukan aksi wait and see."Minat investor asing terhadap seluruh aset keuangan domestik mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya risk aversion karena sentimen negatif dari kekhawatiran krisis utang Eropa, rumor kenaikan suku bunga China, dan kondisi politik di Korea," katanya dalam surat elektronik yang diterima Bisnis, hari ini.Selain itu, lanjutnya, aliran keluar dana asing juga dipengaruhi oleh tindakan penyesuaian posisi portofolio menjelang akhir tahun oleh investor asing.Berdasarkan operasi pasar terbuka (OPT) yang dilakukan oleh BI pada pekan kelima November, penurunan itu bersumber dari penurunan penempatan pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI) asing sebesar Rp2,64 triliun, Surat Utang Negara (SUN) asing sebesar Rp1,22 triliun, serta net jual saham asing sebesar Rp1,25 triliun.Difi mengatakan dengan perkembangan tersebut, pangsa kepemilikan asing pada SBI dan SUN kembali turun.Berdasarkan catatan BI, pangsa kepemilikan asing pada SBI turun dari 30,2% menjadi 28,78%. Sementara itu pangsa kepemilikan asing pada SUN turun dari 30,46% menjadi 30,26%. Selain dipengaruhi sentimen global, lanjut Difi, penurunan penempatan pada SBI juga disebabkan oleh keterbatasan pasokan SBI di pasar sekunder.BI melaporkan volume transaksi rata-rata (rrh) SBI di pasar sekunder pada minggu laporan sebesar Rp0,6 triliun, turun dari volume rrh pada minggu lalu sebesar Rp1,0 triliun."Selama November, transaksi investor asing di pasar sekunder SBI turun terkait dengan terbatasnya penawaran SBI di pasar sekunder dan sentimen negatif global," katanya. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top