Euro masih melemah terhadap US$

TOKYO: Mata uang euro diperdagangkan mendekati level terendah selama 11 pekan terhadap dolar AS terkait kekhawatiran atas kemungkinan krisis utang di Eropa menjangkiti negara lain seperti Portugal dan Spanyol, yang melemahkan permintaan untuk aset berharga
Yusuf Waluyo Jati | 01 Desember 2010 04:06 WIB

TOKYO: Mata uang euro diperdagangkan mendekati level terendah selama 11 pekan terhadap dolar AS terkait kekhawatiran atas kemungkinan krisis utang di Eropa menjangkiti negara lain seperti Portugal dan Spanyol, yang melemahkan permintaan untuk aset berharga di kawasan itu.

Mata uang tersebut jatuh untuk hari keempat terhadap yen pasca pernyataan Wall Street Journal bahwa para pemerintah di Eropa tengah berencana sebuah putaran baru stress test untuk bank di Eropa yang akan lebih ketat dari investigasi sebelumnya pada musim panas lalu. Sementara itu, dolar AS diperdagangkan mendekati level tertinggi selama dua bulan terhadap mata uang Jepang yang terpicu oleh laporan pihak swasta yang mengindikasikan peningkatan tertinggi atas jumlah lapangan pekerjaan AS selama hampir tiga tahun."Kami memperkirakan krisis utang pemerintah di Eropa akan terus mencuri perhatian para trader untuk sementara waktu," jelas Mike Jones, seorang strategi mata uang di Bank of New Zealand Ltd. di Wellington. "Memburuknya hasrat risiko menyebabkan para investor segera beralih ke mata uang aman seperti yen dan dolar AS, sehingga euro cenderung menanggung sebagian besar beban penguatan dolar AS."Euro berada pada level US$1,2981 pada pukul 9.40 a.m di Tokyo dari level US$1,2983 di New York kemarin saat menyentuh US$1,2969, yang merupakan level terendah sejak 15 September. Mata uang bersama itu anjlok menjadi 108,45 yen dari 108,65 yen kemarin, ketika sempat mencapai level 108,35 yen, yang juga merupakan level terendah sejak 15 September. Sementara itu, dolar AS dihargai 83,62 yen dari harga sebelumnya 83,69 setelah naik hingga 84,41 pada 29 November. (t01/msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top