Bursa Asia Naik Moderat, IHSG & Rupiah Kompak Menguat Siang Ini

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyentuh level 6.000 pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (26/11/2018).
Renat Sofie Andriani | 26 November 2018 12:55 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyentuh level 6.000 pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (26/11/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG naik tipis 0,04% atau 2,63 poin ke level 6.008,83 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona merah dengan koreksi 0,14% atau 8,47 poin di level 5.997,73.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 5.990,98 – 6.025,99. Adapun pada perdagangan Jumat (23/11), IHSG berakhir menguat 0,26% atau 15,39 poin di posisi 6.006,20, penguatan pada hari kedua.

Sektor properti dan industri dasar yang masing-masing menguat 0,77% dan 0,59% memimpin pergerakan di antara empat sektor di zona hijau dan menopang IHSG siang ini.

Meski demikian, lima sektor lainnya terkapar di wilayah negatif, dipimpin sektor tambang yang merosot 2,04% sekaligus membatasi besarnya penguatan IHSG.

Sebanyak 156 saham menguat, 192 saham melemah, dan 268 saham stagnan dari 616 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 1,99% dan 1,44% menjadi penopang utama terhadap pergerakan IHSG pada akhir sesi I.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah terpantau lanjut menguat 41 poin atau 0,28% ke level Rp14.503 per dolar AS pada pukul 11.58 WIB.

Nilai tukar rupiah sebelumnya dibuka stagnan di level Rp14.544 per dolar AS, setelah berakhir menguat 0,25% atau 36 poin pada perdagangan Jumat (23/11).

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp14.498-Rp14.558 per dolar AS.

Adapun indeks saham lainnya di kawasan Asia Tenggara bergerak variatif, di antaranya indeks FTSE Straits Times Singapura (+0,87%), indeks FTSE Malay KLCI (-0,32%), indeks SE Thailand (-0,15%), dan indeks PSEi Filipina (+0,98%).

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,12% dan 0,69%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menguat 1,21%. Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing naik 0,32% dan 0,48% pada pukul 12.07 WIB.

Secara keseluruhan, bursa saham Asia membukukan kenaikan moderat didukung ekspektasi penjualan yang solid selama masa liburan di Amerika Serikat (AS), meskipun anjloknya harga minyak mentah pada perdagangan Jumat (23/11) mendorong kekhawatiran tentang menyusutnya prospek ekonomi global.

Pada saat yang sama, investor juga bersikap hati-hati menjelang pertemuan para pemimpin AS dan China di sela-sela agenda KTT G20 akhir pekan ini seiring dengan tengah bertahannya tensi perdagangan antara dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia ini.

“Pertemuan AS-China nanti menjadi agenda terbesar untuk sepanjang sisa tahun ini,” ujar Nobuhiko Kuramochi, kepala pakar strategi di Mixuho Securities, seperti dikutip Reuters.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top