Kiwoom Sekuritas: IHSG Punya Potensi Terus Menguat

Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 6.000 pada perdagangan akhir pekan lalu akan menjadi bekal yang baik untuk menghadapi perdagangan pekan ini.
Emanuel B. Caesario | 26 November 2018 08:57 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/10/2018)./JIBI/Bisnis - Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 6.000 pada perdagangan akhir pekan lalu akan menjadi bekal yang baik untuk menghadapi perdagangan pekan ini.

Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus mengatakan bahwa konsistensi di atas level 6.000 akan menunjukkan seberapa besar potensi kenaikan IHSG pada akhir tahun ini.

Hari ini, aura positif datang dari direstuinya draf perjanjian perpisahan Uni Eropa (UE) dengan Inggris, setelah para pemimpin UE dan Inggris bertemu di Brussel, Belgia, pada akhir pekan lalu. Persetujuan ini mendapatkan respons positif dari 27 pemimpin UE dan memutuskan Inggris bercerai dengan UE pada 29 Maret 2019.

Para pelaku pasar dan investor juga akan menanti pembicaraan Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi di depan Parlemen Eropa di Brussel.

Gambaran lebih jelas mengenai rencana pengurangan quantitative easing dan kenaikan tingkat suku bunga pada tahun depan diharapkan dapat disampaikan. Pasalnya, gambaran yang lebih jelas akan membantu para pelaku pasar dan investor untuk menyusun strategi termasuk portfolio mereka pada tahun depan.

Beberapa sentimen yang dirasa cukup positif ini akan menjadi pendorong capital inflow di Indonesia. Meskipun, puncak dari sentimen ini ada pada akhir pekan ini di mana Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bakal bertemu.

"Pergerakan pasar akan tergantung dari pertemuan kedua presiden ini. Hari ini, IHSG memiliki potensi menguat pada rentang support dan resistance di level 5.979-6.024," paparnya dalam riset harian, Senin (26/11/2018).

Pada Jumat (23/11), IHSG ditutup menguat dengan kenaikan sebesar 15,39 poin atau 0,26% ke level 6.006. Sementara itu, investor asing melakukan net sell di semua perdagangan saham sebesar Rp139,4 miliar. 

Sektor yang mengalami kenaikan terbesar adalah sektor aneka industri dengan pertumbuhan 1,62% dan agrikultur yang menguat 1,6%. Adapun sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah sektor properti yang turun 0,61% dan keuangan yang terkoreksi 0,57%.

Tag : prediksi ihsg
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top