Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ciptadana Bakal Rilis 2 DIRE Senilai Rp446 Miliar

Minat manajer investasi untuk menerbitkan kontrak investasi kolektif (KIK) berbentuk Dana Investasi Real Estate (DIRE) terus meningkat. Kali ini, PT Ciptadana Asset Management berencana menerbitkan produk jenis ini.
Properti di Jakarta/Reuters-Darren Whiteside
Properti di Jakarta/Reuters-Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA -- Minat manajer investasi untuk menerbitkan kontrak investasi kolektif (KIK) berbentuk Dana Investasi Real Estate (DIRE) terus meningkat. Kali ini, PT Ciptadana Asset Management berencana menerbitkan produk jenis ini.

Tak tanggung-tanggung, perseroan langsung menyiapkan dua produk DIRE yang secara total bernilai Rp446 miliar. Saat ini, kedua produk tersebut tengah menunggu izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Ada dua DIRE dengan dua underlying asset yakni sebuah hotel dan bangunan gudang. Kedua DIRE tersebut total bernilai Rp446 miliar," kata Direktur Utama PT Ciptadana Asset Management Rianty Komarudin kepada Bisnis.com, Kamis (8/11/2018).

Perseroan tidak bersedia untuk menyebutkan lokasi dari bangunan properti yang dijadikan aset dasar tersebut. Yang pasti, kata dia, keduanya masih berada di kawasan Pulau Jawa. Targetnya, produk alternative ini akan diluncurkan pada tahun ini.

Rianty masih belum memberikan penjelasan lebih detail mengenai imbal hasil atau return yang akan ditawarkan dalam kedua DIRE itu. Sebab, produk tersebut masih belum mendapatkan izin resmi dari otoritas.

Ciptadana terbilang aktif dalam menerbitkan DIRE. Rianty menjelaskan, pada Mei lalu perseroan juga merilis DIRE dengan underlying asset sebuah pusat perbelanjaan modern di kawasan Pekanbaru.

"Pekanbaru itu merupakan produk DIRE kedua kami setelah sebelumnya DIRE di Solo Grand Mall pada 2012. Pekanbaru ini juga di luar dari dua DIRE yang kami ajukan ke OJK," jelas  Rianty.

DIRE Pekanbaru tersebut ditawarkan kepada investor secara terbuka, baik institusi maupun ritel. Perseroan juga membuka peluang investor di luar negeri untuk berpartisipasi dalam produk ini.

DIRE itu diterbitkan setelah Ciptadana mengakuisisi Mall SKA senilai Rp727,198 miliar. Jumlah penerbitan unit baru maksimal sebanyak 9,03 miliar unit dengan yield mencapai 8% per tahun.

Setelah akusisisi itu, Mall SKA akan mendapat pendapatan bersih hingga Rp90,72 miliar per tahun, naik 273,64% dari sebelumnya yang hanya Rp24,28 miliar. Setelah akuisisi, akan ada 545 penyewa dengan rata-rata 80% memiliki masa jatuh tempo sewa paling cepat pada 2021.

Sedangkan DIRE pertama yang diluncurkan perseroan di Solo, Jawa Tengah pada 2012 lalu berhasil meningkatkan aset dari Rp350 miliar menjadi Rp580 miliar.

Sementara itu, OJK masih belum bisa memastikan apakah izin efektif kedua DIRE Ciptadana tersebut akan terbit pada tahun ini. "Untuk detail proses belum bisa kami sampaikan," kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK I Fakhri Hilmi.

Selain memproses perizinan DIRE, kata Fakhri, saat ini OJK juga telah memproses penerbitan Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra) oleh PT Bowsprit Asset Management. "Bowsprit sedang proses pernyataan pendaftaran Dinfra," ujar Fakhri.

Bowsprit menerbitkan tiga Dinfra tahun ini, yakni Dinfra Pengembangan Kota Mandiri yang menyediakan pendanaan senilai Rp750 miliar untuk proyek-proyek infrastruktur yang berlokasi di kawasan Jawa Barat.

Kedua adalah Dinfra Bowsprit Aoyama Commercial Fund, yang menyediakan pendanaan senilai Rp330 miliar untuk proyek-proyek infrastruktur yang berlokasi di dua kawasan, yakni Jawa Barat dan Jawa Timur.

Adapun produk ketiga adalah Dinfra Bowsprit Infrastruktur Terpadu 1 yang menyediakan pembiayaan senilai Rp280 miliar. Pendanaan ini ditujukan untuk proyek-proyek infrastruktur yang berlokasi di kawasan Jawa Barat.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Dinfra Bowsprit Aoyama Commercial Fund telah mendapatkan izin efektif per 5 September lalu dan telah tercatat pada KSEI pada 31 Oktober lalu. Bertindak selaku bank kustodian adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Tegar Arief
Editor : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper