Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Waskita Beton Precast (WSBP) Kantongi Kontrak Baru Rp4,3 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk. masih mengejar sejumlah kontrak baru untuk mencapai target realisasi 2018 sejalan dengan realisasi yang baru mencapai 51,80% per September 2018.
Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk Jarot Subana (tengah) berbincang dengan Komisaris Independen Abdul Ghofarrozin, dan Direktur Antonuis Yulianto, disaksikan Komisaris Independen Suhendro Bakri, dan Direktur Independen Agus Wantoro, seusai RUPST, di Jakarta. Selasa (3/7/2018)./JIBI-Endang Muchtar
Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk Jarot Subana (tengah) berbincang dengan Komisaris Independen Abdul Ghofarrozin, dan Direktur Antonuis Yulianto, disaksikan Komisaris Independen Suhendro Bakri, dan Direktur Independen Agus Wantoro, seusai RUPST, di Jakarta. Selasa (3/7/2018)./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA— PT Waskita Beton Precast Tbk. masih mengejar sejumlah kontrak baru untuk mencapai target realisasi 2018 sejalan dengan realisasi yang baru mencapai 51,80% per September 2018.

Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast Ratna Ningrum mengungkapkan perseroan berhasil menambah sejumlah kontrak baru pada kuartal III/2018. Pekerjaan tersebut antara lain proyek PT Pertamina (Persero) Balikpapan, Addendum pryek Bocimi, proyek Cibitung—Cilincing, dan proyek Cimanggis Cibitung.

“Kontrak baru Rp4,3 triliun per September 2018,” ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (2/10/2018).

Ratna mengatakan perseroan masih membidik proyek-proyek lain untuk mengerek realisasi kontrak baru. Apalagi, beberapa pekerjaan telah jelas teridentifikasi.

“Kami optimistis akan mendapatkan [tambahan] nilai kontrak baru sekitar Rp2 triliun,” imbuhnya.

Dengan realisasi kontrak baru per September 2018, perseroan telah merealisasikan 51,80% dari target yang dibidik pada 2018. Total kontrak baru yang diincar mencapai Rp8,3 triliun tahun ini.

Sebagai catatan, emiten berkode saham WSBP itu menurunkan target kontrak baru pada 2018. Nilai yang dibidik diturunkan dari awalnya Rp11,52 triliun menjadi Rp8,3 triliun.

Keputusan tersebut sejalan dengan kebijakan induk usaha, PT Waskita Karya (Persero) Tbk., yang menunda pekerjaan investasi. Kontraktor pelat merah itu menunda rencana investasi di sejumlah proyek jalan tol.

Di sisi lain, Ratna menyebut pembayaran termin yang diterima WSBP mencapai Rp7,15 triliun hingga September 2018. Jumlah itu berasal dari proyek-proyek di antaranya tol Solo—Kertosono, tol Krian—Legundi—Bunder—Manyar, tol Pemalang Batang, tol Terbanggi Besar Pematang—Panggang, dan tol Batang—Semarang.

Sampai akhir 2018, dia memproyeksikan masih akan menerima pembayaran termin dari proyek turn key tol Bekasi—Cawang—Kampung Melayu (Becakayu) Rp9 triliun. Selain turn key WSBP juga akan mendapatkan pembayaran proyek non turn key.

“Kami berupaya untuk melakukan percepatan pembayaran atas proyek turn key tol Cimanggis—Cibitung dan tol Legundi—Bunder,” jelasnya.

Sebelumnya, Ratna mengatakan WSBP tengah fokus melakukan diversifikasi produk dan ekspansi pasokan. Menurutnya, perseroan akan memperkuat rantai pasok dengan cara akuisisi quarry, transporter, serta pembangunan pabrik besi dan baja yang kini tengah dalam tahap feasibility study.

Ratna menjelaskan bahwa diversifikasi produk akan di lakukan ke lini bisnis jalan dan jembatan, kereta api, residensial, serta energi. Untuk kebutuhan tersebut, emiten berkode saham WSBP itu akan menggunakan dana yang berasal dari alokasi belanja modal 2018 senilai Rp1,1 triliun.

Seperti diketahui, Waskita Beton Precast membukukan pendapatan Rp3,84 triliun. Jumlah tersebut naik 44,14% dari posisi yang sama tahun lalu Rp2,66 triliun.

Beban pokok pendapatan WSBP tercatat naik 35,78% dari Rp1,98 triliun menjadi Rp2,69 triliun pada semester I/2018. Dari situ, perseroan mengantongi laba kotor Rp1,14 triliun.

Dengan demikian, WSBP mengantongi laba bersih tahun berjalan Rp690,68 miliar. Pencapaian itu naik 58,25% secara tahunan.

Manajemen WSBP mengklaim pertumbuhan yang dibukukan pada periode tersebut ditopang oleh perolehan kontrak baru sampai dengan semester I/2018. Pada periode tersebut, perseroan mengantongi Rp2,97 triliun.

Pada 30 Juni 2018, jumlah aset yang dimiliki WSBP mencapai Rp14,70 triliun. Posisi total liabilitas berada di level Rp7,44 triliun dan total ekuitas Rp7,25 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ana Noviani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper