Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Tambah Kapasitas Penumpukan Kendaraan dan Pengoperasian Terminal Kendaraan

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. akan menambah kapasitas penumpukan kendaraan serta pengoperasian terminal kendaraan hingga akhir 2018.
Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Chiefy Adi Kusmargono (dari kanan) bersama Direktur Sugeng Mulyadi, Direktur Arif Isnawan, dan Direktur PT Bursa Efek Indonesia IGD N. Yetna Setia mengamati nilai perdagangan pada monitor pencatatan perdana saham perseroan, di Jakarta, Senin (9/7/2018)./JIBI-Endang Muchtar
Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Chiefy Adi Kusmargono (dari kanan) bersama Direktur Sugeng Mulyadi, Direktur Arif Isnawan, dan Direktur PT Bursa Efek Indonesia IGD N. Yetna Setia mengamati nilai perdagangan pada monitor pencatatan perdana saham perseroan, di Jakarta, Senin (9/7/2018)./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. akan menambah kapasitas penumpukan kendaraan serta pengoperasian terminal kendaraan hingga akhir 2018.

Chiefy Adi Kusmargono, Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. mengungkapkan berencana membangun gedung parkir lima lantai dengan luas 5 hektare (ha). Hal tersebut untuk menambah kapasitas penumpukan perseroan.

Pasca-melantai di BEI beberapa waktu lalu, Chiefy menjelaskan bahwa emiten berkode saham IPCC itu telah melakukan sejumlah ekspansi. Pertama, mengoperasikan Dermaga Ex Presiden, Tanjung Priok.

“Lebih lanjut kami juga akan mengoperasikan terminal kendaraan di Pelabuhan Pontianak,” paparnya.

Kedua, dia mengatakan IPCC juga telah meneken nota kesepahaman dengan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) untuk pengoperasian terminal mobil di Pelabuhan Makassar dan Samarinda. Dua lokasi tersebut diklaim potensial sejalan dengan potensi bongkar muat alat berat di wilayah Sulawesi dan Kalimantan karena berkembangnya industri tambang serta industri lainnya.

Menurut catatan Bisnis, Indonesia Kendaraan Terminal melepas 509,147 juta lembar saham dengan harga IPO Rp1.640.  Perseoan melantai perdana di BEI pada 9 Juli 2018.

Adapun, IPCC berencana menggunakan 50% dana yang dihimpun melalui IPO untuk belanja modal, 25% untuk pembayaran kontrak sewa lahan jangka panjang, dan sisanya untuk pemenuhan modal kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper