Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham KLBF Menguat di Tengah Tekanan

Tren harga saham PT Kalbe Farma Tbk masih berada dalam fase bearish meskipun pada penutupan perdagangan Rabu (29/8) menguat 15 poin ke level 1.310. Gempuran penguatan dolar AS yang menekan nilai tukar rupiah sangat mempengaruhi kinerja perseroan.
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Vidjongtius (kedua kiri), memberikan paparan didampingi Presiden Komisaris Irawati Setiady (dari kiri), Direktur Bernadus Karmin Winata, dan Direktur Bujung Nugroho, saat RUPST di Jakarta, Selasa (5/6/2018)./JIBI-Dwi Prasetya
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Vidjongtius (kedua kiri), memberikan paparan didampingi Presiden Komisaris Irawati Setiady (dari kiri), Direktur Bernadus Karmin Winata, dan Direktur Bujung Nugroho, saat RUPST di Jakarta, Selasa (5/6/2018)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA— Tren harga saham PT Kalbe Farma Tbk masih berada dalam fase bearish meskipun pada penutupan perdagangan Rabu (29/8) menguat 15 poin ke level 1.310. Gempuran penguatan dolar AS yang menekan nilai tukar rupiah sangat mempengaruhi kinerja perseroan.

Secara fundamental, kinerja KLBF membukukan pendapatan yang tumbuh sebesar 3,12% (yoy) menjadi Rp10,38 triliun.  Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,21 triliun, namun sisi bottom line ini sedikit mengalami koreksi tipis sebesar 0,03% (yoy). Seperti diketahui 10% bahan baku Kalbe Farma merupakan barang impor. Kondisi pelemahan rupiah inilah yang turut menyumbang koreksi pada kinerja perseroan.

Selain itu, daya beli cenderung terlihat masih lemah, a.l. tampak dari indikator Indeks Keyakinan Konsumen Juli di level 124,8, lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 128,1. Kondisi ini menjadi pertimbangan perseroan untuk merevisi target pertumbuhan penjualan bersih di tahun 2018 ini menjadi 5%-7% dari target yang ditetapkan sebelumnya 9%.

Saat ini valuasi saham KLBF sangat terdiskon dengan forward PE ratio sebesar 23,9 kali (di bawah rata-rata nilai historis 5 tahun yang mencapai 28,8 kali). Bahkan, saham KLBF ini juga mengalami underperformed terhadap sektor barang konsumsi dengan forward PE ratio sebesar 25,76 kali.

Secara teknikal analisis, indikator stochastic oscillator yang masih terbuka mengindikasi saham KLBF masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan breakout fibo retracement 38,2% menuju level 1.346. Sementara itu, indikator Relative Strength Index menunjukkan posisi netral dengan kecenderuangan menuju area overbought (jenuh beli). Diperkirakan saham KLBF akan bergerak dalam rentang  1,295-1.340 dalam perdagangan hari ini.

Saham KLBF Menguat di Tengah Tekanan

Sumber: Bloomberg

*) Anida ul Masruroh, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper