Tren Saham ASII Berisiko Dalam Tekanan

Pergerakan harga saham PT Astra International Tbk berisiko dalam tekanan dan menuju fase pelemahan sejalan dengan penutupan perdagangan kemarin (28/8) yang melemah 225 poin di level 7.350.
Anida ul Masruroh | 29 Agustus 2018 11:38 WIB
Gedung Astra International. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Pergerakan harga saham PT Astra International Tbk berisiko dalam tekanan dan menuju fase pelemahan sejalan dengan penutupan perdagangan kemarin (28/8) yang melemah 225 poin di level 7.350.

Pertumbuhan PDB kuartal II/2018 yang juga ditopang oleh kenaikan konsumsi rumah tangga sebesar 5,14% (yoy) tidak mampu menahan pelemahan tren saham dengan ticker ASII ini.

Kinerja fundamental PT Astra International Tbk  menunjukkan adanya pelambatan dari sisi profitabilitas meski masih mampu tumbuh positif di tengah ketatnya gempuran kompetitor di pasar otomotif.

ROA (Return on Asset) dan ROE (Return on Equity) ASII masing-masing tercatat tumbuh positif sebesar 6,68% dan 16,29%. Sementara itu, dari sisi inventory turnover tercatat sebesar 41 hari, di mana perseroan mampu menjual barangnya 1 hari lebih cepat apabila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Saat ini valuasi harga saham ASII sudah sangat terdiskon sejak memasuki kuartal II/2018 yang diperlihatkan forward PE ratio 13,3 kali (di bawah rata-rata historis 5 tahun dengan forward PE ratio sebesar 14,6 kali). Bahkan, saham ASII relatif masih lebih murah apabila dibandingkan dengan valuasi indeks sektor Aneka Industri yang memiliki forward PE ratio sebesar 13,63 kali.

Secara teknikal analisis, saham ASII terlihat membentuk pola bearish engulfing yang diperkirakan akan memasuki fase pelemahan. Indikator stochastic oscillator terlihat mulai menyempit akan mengonfirmasi adanya pembalikan tren menuju bearish reversal.

Relative Strength Index terlihat netral dan resistance MA200 akan menahan saham ASII untuk breakout menuju level 7.650. Diperkirakan saham ASII akan bergerak dalam rentang 7.200-7.450 pada perdagangan hari ini.

Sumber: Bloomberg

*) Anida ul Masruroh, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Tag : IHSG, astra
Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top