Tunas Baru Lampung (TBLA) Genjot Kontribusi Bisnis Gula

PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) menargetkan pendapatan dari bisnis gula dapat mencapai 35% pada 2018. Adapun, nilai penjualan diperkirakan tumbuh tipis menjadi sekitar Rp9 triliun.
Hafiyyan | 28 Agustus 2018 21:53 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) menargetkan pendapatan dari bisnis gula dapat mencapai 35% pada 2018. Adapun, nilai penjualan diperkirakan tumbuh tipis menjadi sekitar Rp9 triliun.

Wakil Presiden Direktur TBLA Sudarmo Tasmin menyampaikan, bisnis gula pada semester I/2018 cenderung melesu karena kuota impor yang baru didapatkan pada April 2018. Di sisi lain, harga gula global tengah mengalami penurunan. 

"Jadi memang ada penurunan kinerja karena kuota impor baru dapat dari pemerintah pada April," ujarnya, Selasa (28/8/2018).

Sepanjang tahun ini, perusahaan mendapatkan kuota impor tiga kali, dengan perincian volume masing-masing 75.000 ton, 75.000 ton, dan 50.000 ton. Total volume 200.000 ton menurun dari kuota impor gula perseroan pada 2017 sebesar 250.000 ton.

Per Juni 2018, pendapatan TBLA terkoreksi 5,69% year-on-year (yoy)menjadi Rp4 triliun dari sebelumnya Rp4,24 triliun. Penjualan gula berkontribusi 28%, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 34%.

Sudarmo menyampaikan, diharapkan bisnis gula berkontribusi 35% sampai akhir 2018 seiring dengan adanya tambahan kuota impor. Adapun, total pendapatan perseroan pada tahun ini diperkirakan hanya tumbuh single digit menjadi Rp9 triliunan dari 2017 Rp8,97 triliun.

"Karena ada perlambatan semester I/2018, kami kemungkinan memeroleh pendapatan single digit sekitar Rp9 triliunan sampai akhir tahun," ujarnya. 

Tag : kinerja emiten, tbla
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top